Tampilkan postingan dengan label Tuah Keris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuah Keris. Tampilkan semua postingan
Keris Pusaka Tindih untuk Meredam Keris Pusaka Lain yang Agresif

Keris Pusaka Tindih untuk Meredam Keris Pusaka Lain yang Agresif

Keris Pusaka Tindih untuk Meredam Keris Pusaka Lain yang Agresif - Orang-orang yang memiliki sebuah benda gaib umumnya menginginkan adanya tuah yang melindungi dirinya dan keluarganya dari adanya gangguan/serangan gaib. Yang dimaksudkannya biasanya adalah gangguan / ancaman yang datangnya dari luar, tetapi tidak terpikirkan olehnya untuk melindungi dirinya dan keluarganya dari ancaman / gangguan yang berasal dari dalam, dari benda-benda koleksinya sendiri.


Sehubungan dengan itu dalam dunia perkerisan jawa ada dikenal istilah Keris Tindih.

Yang dimaksud  Keris Tindih  adalah sebuah keris atau benda pusaka yang memberikan tuah, selain tuah utama kerisnya, juga memberikan tuah untuk meredam gangguan/keanehan gaib dan pengaruh negatif dari benda-benda gaib lain.
Menurut perkataan para praktisi/pemerhati perkerisan yang tergolong keris tindih biasanya adalah keris-keris yang dibuat pada jaman kerajaan hindu/budha purba. Jadi keris itu sudah berusia tua sekali. Contohnya adalah keris dapur bethok.

Menurut pengetahuan Penulis, keris tindih adalah keris yang selain mempunyai tuah sendiri seperti keris-keris yang lainnya, tetapi juga mempunyai kegaiban untuk meredam keanehan gaib keris/jimat/benda bertuah lain. Keris itu melakukannya dengan wibawanya, bukan dengan kesaktiannya. 

Tidak peduli seberapa tinggi kesaktian keris-keris dan benda gaib lain, ia menundukkannya dengan wibawanya, wibawa seperti seorang tua yang dihormati oleh orang lain, bukan dengan kesaktiannya. Jadi disini tidak terjadi perbenturan kesaktian, tetapi adu wibawa. 

Yang menentukan sebuah keris apakah merupakan keris tindih atau bukan adalah kekerasan watak dan wibawanya yang bisa menundukkan perilaku gaib lain yang tidak selaras dengannya, tidak ditentukan oleh tua kerisnya atau tingginya kesaktiannya.

Hal ini bisa diumpamakan seperti suasana di dalam kelas SMA yang murid-muridnya bandel, ribut, ngobrol sendiri, main sendiri, bercanda berlari-larian, sekalipun di kelas itu ada seorang guru. Ini terjadi karena sang guru tidak cukup punya wibawa untuk menundukkan murid-muridnya. Namun bila ada guru yang memiliki wibawa besar, yang dihormati oleh para murid, pasti suasana kelas akan tertib dan teduh. Apalagi kalau gurunya galak (killer).

Dalam kejadian di atas tidak ada adu kesaktian. Yang ada adalah adu wibawa. Belum tentu secara fisik sang guru lebih kuat dibanding murid-muridnya. 

Apalagi kalau dikeroyok. Mungkin juga di antara para murid ada yang berbadan besar / kuat, namun dia tidak bisa mengendalikan suasana kelas. 

Mungkin tidak punya keberanian / wibawa untuk mengendalikan teman-temannya. Mungkin juga karena dia termasuk yang membuat kegaduhan. Namun dengan wibawanya, sang guru bisa menundukkan murid-muridnya yang mungkin lebih muda dan kuat dan jumlahnya banyak. Selain itu, ia juga dihormati oleh guru-guru lain yang usianya lebih muda maupun yang lebih tua.

Keris Tindih tidak ditentukan oleh kesaktiannya atau tua usianya. Sifat keris tindih ditentukan oleh sifat gaib di dalam kerisnya yang bisa meredam perilaku negatif atau gangguan gaib. Dengan demikian yang tergolong sebagai keris tindih bisa keris apa saja asalkan sifat gaibnya sesuai dengan pengertian keris tindih. Namun untuk mengetahui keris yang mana yang merupakan keris tindih, tidak mudah untuk menentukannya. Kita harus belajar mengerti sifat dan perilaku gaib dari masing-masing keris. Salah satunya adalah dengan jalan : Menayuh Keris.

Keris Bethok
Keris Tindih juga tidak ditentukan oleh jenis tuah kerisnya, misalnya keris yang bertuah untuk kesaktian, kekuasaan, kewibawaan, atau tuah untuk melindungi pemilik keris dan keluarganya dari marabahaya, dsb. Keris-keris semacam itu mungkin melindungi si pemilik dari gangguan / ancaman yang datangnya dari luar, tetapi tidak melindungi dari ancaman / gangguan yang berasal dari dalam, dari benda-benda koleksinya sendiri.

Secara alami, keris-keris yang lebih muda umurnya akan menghormati keris-keris yang lebih tua umurnya. Itu adalah tata krama dalam dunia gaib perkerisan. Tetapi belum tentu keris yang sakti atau tua umurnya adalah keris tindih. Seperti dalam contoh anak sekolah di atas, jarang sekali ada seorang murid, walaupun berbadan besar dan kuat yang mampu meredam / memaksa murid-murid atau teman-temannya untuk tertib. Juga tidak semua guru yang sudah tua umurnya menjadi guru yang dihormati / ditakuti oleh murid-muridnya. Karena itu sifat sebuah keris sebagai keris tindih jarang sekali ditemui dan merupakan sebuah sifat alami yang khusus.

Keris tindih ini sangat baik sekali jika digunakan mendampingi bepergian ke tempat-tempat angker / wingit, karena walaupun mungkin kekuatan gaibnya kalah kuat dengan gaib-gaib yang ada di sekitarnya, tetapi dengan wibawanya keris itu dapat meredam niat mahluk-mahluk halus di sekitarnya yang akan mengganggu tuannya.

Tuah dari keris tindih ini juga melunturkan (meredam) perilaku jimat / pusaka dan khodam ilmu / pendamping yang bersifat agresif dan menonjolkan kesaktian dan kegagahan.

Menurut pengamatan Penulis, kebanyakan keris tindih adalah keris-keris lurus yang dulu dibuat di Jawa Tengah. Biasanya fisik kerisnya tebal dan berat dengan bentuk yang sederhana. Kebanyakan keris tindih itu memiliki kekuatan gaib di atas kesaktian gaib Ibu Ratu Kidul. Wataknya keras, berwibawa dan berkuasa, dan berenergi besar, sehingga mampu menindih energi dan perilaku gaib-gaib lain yang tidak sejalan dengannya.

Untuk mudahnya berikut ini disebutkan beberapa contoh benda gaib yang  mungkin  bisa disamakan dengan keris tindih, tetapi contoh-contoh ini tidak bersifat pasti, karena sifat-sifat keris tindih tidak ditentukan dari bentuk bendanya atau tua umurnya, tetapi dari sifat-sifat gaibnya yang berwatak keras dan berwibawa, sehingga harus diperiksa bendanya satu per satu. Ini hanya perkiraan sederhana saja barangkali kita memiliki salah satunya. 

Contoh keris tindih adalah seperti disebutkan di atas, yaitu keris bethok (tetapi tidak semua keris bethok adalah keris tindih).

Kebanyakan keris tindih adalah keris-keris lurus, bukan keris ber-luk, yang dulunya dibuat di Jawa Tengah. Biasanya fisik kerisnya tebal dan berat dengan bentuk yang sederhana. Kualitas tempaan logamnya juga biasanya tidak istimewa.

Contoh lain keris tindih adalah keris dengan dapur banyak angrem (yang sudah berumur tua). Biasanya adalah yang fisik kerisnya tebal dan berat. Isi gaib keris berdapur banyak angrem itu mempunyai karakter yang mirip dengan karakter Dewa Semar, sepuh dan berwibawa.

Benda bertuah lain yang memiliki karakter serupa dengan keris tindih adalah mustika keong buntet yang kualitasnya kelas 1, yang berwarna hitam, yang bisa untuk kekebalan, dari hasil penarikan gaib yang sempurna.


Jika koleksi pusaka dan benda gaib kita terawat dan tercukupi sesajinya biasanya benda-benda kita itu tidak akan berbuat negatif, malah akan memberikan tuahnya, apalagi kalau sudah ada keselarasan dengan kita pemiliknya, sehingga kita tidak membutuhkan adanya keris tindih.

Keris Tindih lebih dibutuhkan oleh pengkoleksi pusaka dan benda gaib yang benda-benda koleksinya itu kurang terawat, atau kurang rutin sesajinya, yang biasanya hanya disimpan saja di ruang pusakanya atau orangnya hanya sekedar memiliki saja, atau bendanya hanya menjadi benda pajangan saja, tidak diperhatikan sisi perawatan dan sesajinya dan tidak ada keselarasan dengan manusia pemiliknya. 

Keris tindih lebih diperlukan oleh orang-orang yang memiliki banyak pusaka yang lebih banyak bersifat koleksi saja, menjadi barang simpanan saja, yang orangnya tidak ada kedekatan batin dengan pusaka-pusakanya, sehingga kalau ada tanda-tanda tertentu dari pusaka-pusakanya dianggap sebagai gangguan. Tapi kalau pusaka-pusaka itu belum ada kedekatan batin dengan pemiliknya, mungkin kepemilikannya atas keris tindih juga akan pasif, kerisnya tidak memberikan tuahnya.

Tapi kalau pusaka-pusaka itu terawat baik dan sudah tercukupi sesajinya, sudah ada kedekatan batin dengan pemiliknya, dan pusaka-pusakanya aktif memberikan tuahnya, mungkin keris tindih itu tidak diperlukan.

Nilai positif  keris tindih adalah dapat meredam perilaku negatif dari keris-keris dan benda gaib lain. Bila anda mengalami gangguan dari koleksi keris atau benda-benda gaib anda sendiri, misalnya keris anda suka membuat suara-suara aneh, anggota keluarga sering sakit-sakitan (sakit karena gangguan gaib), atau anda menyimpan keris yang sifatnya berbahaya bila dikeluarkan dari sarungnya, maka keberadaan keris tindih ini dapat membantu anda mengendalikan perilaku negatif keris-keris anda tersebut.

Nilai negatif  keris tindih adalah dapat meredam perilaku dari keris-keris yang mempunyai kemampuan khusus yang bisa dipertunjukkan. 

Ada beberapa keris yang memiliki kemampuan khusus yang bisa dipertunjukkan, misalnya keris singkir api yang dapat memadamkan api, atau keris singkir angin yang dapat meredakan hujan dan angin badai, atau keris anti racun yang bisa menetralkan racun dan bisa binatang. Bila di antara keris-keris anda ada yang merupakan keris tindih, maka karena wibawa dari keris tindih, keris-keris khusus tersebut tidak akan menunjukkan kemampuan khususnya lagi. 

Kebanyakan isi gaib keris tindih wujudnya seperti manusia laki-laki berbadan tinggi dan besar, wataknya keras, menonjolkan kekuatan, kesaktian dan kewibawaan, dan siap setiap saat untuk bertarung. Biasanya hawa auranya teduh, tidak panas. Sosok ini bersifat idealis, yang akan menonjolkan kekuatan, kekerasan dan kewibawaan untuk memaksakan sifat idealisnya pada perilaku berbudi pekerti dan tidak sombong.

Di mata keris tindih, kemampuan khusus keris-keris di atas bisa dianggap sebagai suatu kesombongan, dan karena idealismenya yang menolak segala bentuk kesombongan, maka keris tindih akan memaksakan kekuatan dan wibawanya untuk meredam perilaku "sombong" itu. 

Karena itu bila anda ingin keris-keris anda itu tetap menunjukkan kemampuan khususnya itu, maka keris-keris itu harus dijauhkan dari keris tindih, tidak satu ruangan dengan keris tindih. Begitu juga bila anda mempunyai benda-benda jimat atau mustika yang bertuah ampuh untuk kekuatan dan kekebalan, yang khodamnya berwatak keras dan menonjolkan kegagahan, penyimpanannya harus dijauhkan dari keris tindih.

Untuk lebih mengenal sifat-sifat karakter keris-keris jawa silakan dibaca tulisan berjudul Karakter dan Tuah Jeny Melanie.

Sumber : Javanese 2000
Keris Pusaka Junjung Derajat

Keris Pusaka Junjung Derajat

Di dunia perkerisan jaman sekarang ada dikenal istilah Keris Junjung Derajat. Istilah itu, walaupun sudah umum dikenal di kalangan perkerisan, tetapi terutama dipopulerkan oleh kalangan "pedagang" untuk menaikkan citra dari keris-keris dagangannya, untuk menaikkan nilai jualnya, karena banyak orang yang ingin memiliki keris yang tuahnya bisa mengangkat derajat/kepangkatan yang pada akhirnya akan mengantarkan seseorang pada kekayaan dan kemuliaan.


Istilah Keris Junjung Derajat yang dimaksudkan di atas bukanlah keris-keris berpamor Junjung Derajat, tetapi dimaksudkan untuk keris-keris yang dikatakan tuahnya ampuh dapat menaikkan pangkat / derajat / jabatan seseorang.

Pengertian Keris Junjung Derajat di atas adalah keris-keris yang dikatakan orang tuahnya ampuh dapat menaikkan pangkat/derajat/jabatan kepegawaian yang akhirnya akan menaikkan gaji, kekayaan dan kemuliaan seseorang. 
Pengertian di atas, yaitu tuah junjung derajat, adalah pengertian orang jaman sekarang yang berorientasi pada kepangkatan / kemuliaan, kemakmuran dan kejayaan ekonomi. Padahal sebenarnya pengertian junjung derajat tidaklah sesempit itu maknanya.

Pada dasarnya keris-keris yang masuk dalam pengertian keris junjung derajat ada 2 jenisnya, yaitu keris-keris yang tuah dasarnya adalah untuk wibawa kekuasaan dan keris-keris yang tuah dasarnya untuk kerejekian.

Tetapi secara umum yang dimaksud sebagai Keris Junjung Derajat adalah keris-keris yang bertuah wibawa kekuasaan yang tuahnya diperuntukkan untuk orang-orang yang bekerja sebagai karyawan/pegawai di pemerintahan atau swasta, yang penghasilannya terutama berasal dari gaji/upah. 

Sedangkan keris-keris bertuah kerejekian atau yang pembuatannya dulu untuk kalangan pedagang / pengusaha, diistilahkan orang bukan keris junjung derajat, tetapi keris yang bertuah untuk menderaskan rejeki.

Sebenarnya keris-keris yang bertuah junjung derajat dan yang bertuah menderaskan rejeki bukan hanya berasal dari keris-keris bertuah wibawa kekuasaan dan kerejekian saja, tetapi keris-keris umum yang tuahnya untuk kesaktian, kewibawaan, kesepuhan dan keris-keris keningratan juga dapat memberikan tuah junjung derajat dan menderaskan rejeki, tetapi masing-masing keris itu sifat dasar tuah dan auranya berbeda.


Sesuai filosofi dasar pembuatan keris jawa, tujuan sebuah keris dibuat adalah untuk menjadi pendamping manusia pemiliknya dan membantu kehidupannya dalam bidang :
  • Kesaktian / Ksatriaan
  • Wibawa Kekuasaan
  • Kerejekian
  • Kesepuhan

Walaupun masing-masing keris memiliki kekhususan sendiri-sendiri dan sifat karakter sendiri-sendiri, tetapi secara umum sisi kegaibannya akan mengikuti kehidupan manusia pemiliknya, terutama jika sudah ada penyatuan kebatinan antara manusia si pemilik keris dengan kerisnya.

Jadi, jika sudah ada penyatuan kebatinan antara manusia si pemilik keris dengan kerisnya, maka apapun jenis kerisnya, apapun tuahnya, secara umum sisi kegaibannya akan mengikuti kehidupan manusia pemiliknya.

Masing-masing keris memiliki sifat karakter sendiri-sendiri yang sudah disesuaikan dengan orang pertama pemiliknya dulu, sehingga orang-orang jaman sekarang yang ingin memiliki keris "bekas pakai" milik orang jaman dulu itu harus memilih keris-keris yang cocok untuk dirinya dan ia sendiri harus menyelaraskan dirinya dengan kerisnya, terutama adalah kedekatan kebatinan si manusia pemilik keris dengan kerisnya, sehingga keris-kerisnya itu akan aktif memberikan tuahnya kepadanya.

Jika sudah memberikan tuahnya, semua keris, apapun jenis kerisnya dan tuahnya, terkandung di dalamnya tuah untuk kesaktian / ksatriaan, wibawa kekuasaan, kerejekian dan kesepuhan. Artinya, jika dihubungkan dengan pengertian di atas, yaitu tuah junjung derajat, maka apapun jenis kerisnya dan tuahnya, semua keris mengandung tuah untuk menaikkan derajat pemiliknya hingga dapat mencapai derajat yang tinggi dan mencapai kemuliaan, baik sang pemilik keris bergerak dalam bidang kesaktian, wibawa kekuasaan, kerejekian / ekonomi, maupun yang bergerak di bidang kesepuhan.

Jika si manusia pemiliknya sekarang bergerak dalam bidang kesaktian / ksatriaan, keris-keris itu akan mengilhami / menuntun pada pembelajaran untuk meningkatkan kesaktian, sehingga jika sudah ada penyatuan kebatinan antara pemiliknya dengan kerisnya, maka kerisnya akan mendukungnya mencapai kesaktian yang tinggi dan kejayaan, berwibawa, berkuasa dan dihormati, menjadikan derajatnya melebihi orang lain yang tanpa keris.

Jika si manusia pemilik keris menjadi seorang pejabat di pemerintahan / swasta atau menjadi perwira ketentaraan atau kepolisian, semua keris akan berfungsi sebagai keris yang menunjang wibawa kekuasaan, membuat seseorang dihormati oleh orang lain, baik yang sederajat, atasannya, maupun bawahannya. Unsur tuah kewibawaan akan membuat seseorang dihormati dan dianggap pantas memegang jabatan tertentu, sehingga jika sudah ada penyatuan kebatinan antara si manusia dengan kerisnya, maka kerisnya akan mendukungnya mencapai kepangkatan dan kekuasaan yang tinggi, menjadikan derajatnya melebihi orang lain yang tanpa keris. Sekalipun seseorang belum menjadi seorang pejabat, hanya menjadi karyawan/pegawai/staf biasa saja, jika sudah ada penyatuan kebatinan antara si manusia dengan kerisnya, maka kerisnya itu akan mendukungnya mencapai derajat yang lebih tinggi dan dihormati, melebihi orang lain yang tanpa keris. 

Jika si manusia pemiliknya sekarang bergerak di bidang usaha ekonomi, atau sebagai manusia biasa saja yang hidup untuk mencari rejeki, semua keris akan berfungsi sebagai keris yang menunjang kerejekian. 


Sifat dasar pengasihan dan kewibawaan akan membuat seseorang dikasihi sekaligus dihormati oleh orang lain, baik yang derajatnya sama, lebih tinggi ataupun yang lebih rendah daripada dirinya, dan membantunya juga dalam hubungan sosial. Jika sudah ada penyatuan kebatinan antara si manusia dengan kerisnya, maka kerisnya akan membantu membuka jalan pikiran pemiliknya dan memberikan ide / ilham pemecahan masalah yang berhubungan dengan pekerjaannya dan yang berhubungan dengan pengembangan usaha, memberikan aura yang baik dalam perdagangan, pertanian dan perikanan, dan menjadikannya dipercaya untuk menangani banyak transaksi dan kerjasama usaha, dipercaya untuk menangani banyak urusan atau dipercaya untuk menangani banyak transaksi dan hubungan bisnis. Kerisnya akan membantunya mencapai derajat yang lebih tinggi dan dihormati, melebihi orang lain yang tanpa keris. 

Jika si manusia bergerak di bidang kesepuhan, semua keris akan berfungsi sebagai keris yang menunjang kesepuhan. Jika sudah ada penyatuan kebatinan antara si manusia dengan kerisnya, maka kerisnya akan memberikan pengaruh berupa ketenangan hati, pikiran dan batin, membuka pikiran si pemilik dalam pemecahan masalah, membantu memberikan ide-ide dan ilham (atau wangsit), membantu kesehatan dan ketentraman keluarga dan melancarkan segala urusannya yang berhubungan dengan hubungan sosial di masyarakat. Sisi gaib keris itu juga akan membantu dan mendampingi pemiliknya dalam menekuni keilmuan kesepuhan (kebatinan) dan kerohanian dan mendampinginya menjalani dimensi keilmuan yang lebih tinggi. Kerisnya juga akan memberikan aura perbawa dan wibawa seorang tua pengayom. Kerisnya akan mendukungnya mencapai derajat yang lebih tinggi dan dihormati sebagai seorang sepuh, melebihi orang lain yang tanpa keris. 


Jadi apapun jenis kerisnya dan tuahnya, semua keris mengandung tuah untuk menaikkan derajat pemiliknya hingga dapat mencapai derajat yang tinggi dan mencapai kemuliaan jika sudah ada penyatuan kebatinan antara pemiliknya dengan kerisnya. Tetapi masing-masing keris memiliki sifat karakter sendiri-sendiri yang sudah disesuaikan dengan orang pertama pemilik kerisnya dulu, sehingga dalam memberikan tuahnya sekarang seperti diuraikan di atas masing-masing keris akan memberikan sifat tuah dan aura sendiri-sendiri.

Tuah junjung derajat yang berasal dari keris-keris bertuah kesaktian dan wibawa kekuasaan mengandung sifat dasar kewibawaan yang membuat seseorang dihormati oleh orang lain, baik yang sederajat, atasannya, maupun bawahannya. Unsur tuah kewibawaan akan membuat seseorang dihormati dan dianggap pantas memegang jabatan tertentu. Yang umum dirasakan oleh orang-orang pemiliknya adalah keris-keris tersebut dapat mengangkat derajat dan kepangkatan pemiliknya, menaikkan wibawanya, dan mengamankan posisinya dari persaingan.


Tuah junjung derajat yang berasal dari keris-keris bertuah kerejekian dan kesepuhan mengandung sifat dasar pengasihan yang membuat seseorang dikasihi oleh orang lain, baik yang sederajat, atasannya, maupun bawahannya, dan juga membantunya dalam hubungan sosial. Keris-keris itu juga akan membantu membuka jalan pikiran pemiliknya dan memberikan ide / ilham, sehingga manusia pemiliknya akan mendapatkan ide-ide pemecahan masalah yang berhubungan dengan pekerjaannya dan akan dipercaya untuk menangani banyak urusan atau dipercaya untuk memegang jabatan tertentu. Yang umum dirasakan oleh orang-orang pemiliknya adalah keris-keris tersebut dapat menaikkan kerejekian dan kekayaan / kemuliaan yang berasal dari naiknya kepangkatan atau karena kedekatannya dengan atasan.

Tuah junjung derajat yang berasal dari keris-keris keningratan ada yang mengandung sifat dasar kewibawaan, ada juga yang mengandung sifat dasar pengasihan, tergantung sifat dasar karakter khodam kerisnya masing-masing apakah bersifat kerejekian ataukah kewibawaan. Sesuai istilahnya sebagai keris keningratan, keris-keris itu akan menjadikan pemiliknya tampak elegan, memiliki karisma keagungan tersendiri yang berbeda dengan orang lain. 

Tapi sesuai juga dengan sebutannya sebagai keris keningratan, keris-keris itu akan menyatukan dirinya dan memberikan tuahnya hanya kepada pemiliknya yang mempunyai garis keturunan ningrat.

Mengenai tuah junjung derajat, ataupun tuah menderaskan rejeki, semua keris dapat memberikan tuah itu, tetapi kekuatan tuahnya yang terkait dengan itu sangat bergantung pada penyesuaian si keris terhadap kepribadian dan aktivitas sehari-hari manusia pemiliknya, penyatuan kebatinan antara manusia pemiliknya dengan kerisnya, dan seberapa baik si pemilik keris aktif menunjukkan penyatuan dirinya dengan kerisnya, bukan hanya sekedar mengharapkan keris itu menyatu dengan dirinya dan memberikan tuahnya kepadanya seperti sebuah jimat keberuntungan / kesuksesan / pesugihan.

Syarat dasar sebuah keris dapat menjadi optimal manfaat tuahnya :
  • Kerisnya sudah menyatu dengan pemiliknya. Salah satu bentuknya adalah khodamnya sudah mendampingi manusia pemiliknya (berlaku seperti khodam pendamping), atau khodamnya tidak keluar dari kerisnya untuk mendampingi pemiliknya, tetapi dari dalam kerisnya mengawasi kehidupan manusia pemiliknya.
  • Pemiliknya aktif berinteraksi batin dengan kerisnya, menunjukkan tujuan-tujuan dan posisi-posisi yang ingin dicapainya untuk mengsugesti kerisnya supaya memfokuskan perhatiannya untuk membantu membukakan jalannya.
  • Pemiliknya peka rasa dan firasat untuk "mendengarkan" kontak / bisikan gaib dari kerisnya dan ide / ilham (dan mimpi) yang akan menuntunnya pada perbuatan-perbuatan tertentu atau peluang-peluang tertentu yang harus dimanfaatkannya, sehingga setelah menjalankan perbuatan-perbuatan dan peluang-peluang yang ditunjukkan oleh kerisnya itu sang pemilik keris bisa mendapatkan manfaat dari tindakannya itu yang akhirnya akan menaikkan derajat, kehormatan dan citra dirinya. 
  • Pemiliknya peka rasa dan firasat untuk mendengarkan petunjuk kerisnya yang akan menjauhkannya dari kesulitan.

Jika si pemilik keris mampu peka rasa dan firasat, bisa "mendengarkan" bisikan / ide / ilham dari kerisnya, maka selain memberikan aura tuah yang akan mendukung aktivitas sang pemilik, kerisnya akan bersikap sebagai sosok pendamping (teman dari alam gaib) yang akan memberikan arahan dan petunjuk tentang apa yang harus dilakukannya, arahan dan petunjuk tentang hambatan / kesulitan yang harus dihindari dan ide / ilham untuk pemecahan masalah.

Jika syarat-syarat dasar di atas tidak terpenuhi, dan jika si pemilik keris tidak mampu peka rasa dan firasat, tidak bisa "mendengarkan" bisikan/ide/ilham dari kerisnya, maka akan ada banyak petunjuk dan arahan yang tidak diketahuinya, akan ada banyak petunjuk peluang dan kesempatan dan ide/ ilham pemecahan masalah yang tidak dimanfaatkannya dan akan ada hambatan / kesulitan yang tidak dapat dihindarinya, karena petunjuk keris-kerisnya tidak didengarnya. 

Jika begitu maka apapun jenis keris dan tuahnya, si pemilik keris tidak akan dapat mengoptimalkan manfaat dari kerisnya, sehingga kerisnya itu tidak dapat optimal dimanfaatkannya untuk membantunya menaikkan derajatnya, menjadi sama saja dengan keris-keris lainnya yang pemiliknya tidak mampu mengoptimalkan manfaatnya. Dalam hal ini si pemilik keris memegang peranan sentral yang menentukan akan menjadi sejauh apa dirinya dengan kerisnya.

Uraian di atas maksudnya adalah kita harus bisa memperlakukan keris kita seolah-olah dia adalah teman kita dari alam gaib. Kita bisa berinteraksi, bisa minta ditunjukkan jalan usaha kita, bisa minta diberikan ide-ide untuk pemecahan masalah pribadi, kantor ataupun keluarga, petunjuk mengenai atasan kita, rekan sekerja, rekanan usaha, prospek produk kita, petunjuk ide alternatif usaha, petunjuk cara-cara berhubungan dengan seorang rekanan, dsb. 

Untuk itu diperlukan kemampuan menyampaikan sugesti (kontak batin) kepada gaib kerisnya dan kemampuan peka rasa dan firasat untuk "mendengarkan" suara gaib kerisnya yang berupa bisikan gaib, ide dan ilham (dan mimpi).

Untuk maksud di atas tidak harus kita sering memegang / mengeluarkan keris kita. Cukup asalkan kita bisa fokus batin dan peka rasa untuk berinteraksi dengan sosok gaibnya, apalagi kalau sosok gaib kerisnya sudah mendampingi keseharian kita. Dengan demikian perilaku kita dalam memiliki sebuah keris yang lebih dituntut adanya kedekatan hati dan interaksi batin haruslah dibedakan dengan memiliki sebuah benda jimat yang untuk mendapatkan tuahnya hanya perlu dipakai saja atau dikantongi dibawa-bawa.

Dengan mengikuti laku di atas, maka selain tuah asli dari kerisnya, kita juga akan mendapatkan manfaat dari petunjuk-petunjuk yang kita terima yang juga akan menjauhkan kita dari masalah, sehingga kita bisa terus maju naik ke atas, bukannya sekedar jalan di tempat atau malah terjebak di dalam kesulitan.

Dengan memahami uraian di atas, maka janganlah anda termotivasi untuk mencari dan membeli keris-keris yang dikatakan orang sebagai keris junjung derajat, atau yang dikatakan sebagai bertuah menderaskan rejeki, karena keris-keris milik anda pun sebenarnya dapat memberikan tuah tersebut, jika anda dapat mengoptimalkan manfaatnya. Keris-keris yang akan anda beli, yang dikatakan sebagai keris junjung derajat atau bertuah menderaskan rejeki, belum tentu nantinya tuahnya akan sama seperti yang anda harapkan, belum tentu hasilnya sama dengan yang diiklankan, karena ada persyaratan seperti tertulis di atas yang harus dipenuhi, lagipula belum tentu keris tersebut cocok untuk anda. 

Lagipula keris-keris tersebut, pemiliknya mungkin tidak dapat merasakan tuahnya yang berupa junjung derajat atau menderaskan rejeki, sehingga keris itu dijualnya. Jika anda membeli keris itu, mungkin anda akan bernasib sama seperti pemiliknya dulu, tidak dapat merasakan tuahnya, tidak seperti yang diiklankan.

Sekalipun keris-keris tersebut sudah anda beli dan sudah anda miliki, kekuatan tuahnya yang terkait dengan junjung derajat atau menderaskan rejeki, sangat bergantung pada penyesuaian si keris terhadap kepribadian dan aktivitas sehari-hari anda pemiliknya, penyatuan antara anda dengan keris anda, dan seberapa baik anda aktif menunjukkan penyatuan diri anda dengan kerisnya, jangan hanya sekedar mengharapkan keris itu menyatu dengan anda dan memberikan tuahnya kepada anda seperti halnya sebuah jimat keberuntungan / kesuksesan.


Dalam hal ini kita perlu belajar bagaimana seharusnya kita memperlakukan keris kepada orang-orang sukses/pejabat yang kesuksesannya didampingi oleh keris-kerisnya. Mereka yang sudah merasakan keris-kerisnya ampuh bertuah junjung derajat atau menderaskan rejeki tidak akan mau menjual keris-kerisnya itu berapapun harganya. Lebih baik kalau kerisnya itu diturunkan kepada anak-cucunya.

Jadi jika anda ingin memiliki sebuah keris janganlah karena didasari hasrat akan tuahnya, jangan sekedar mengikuti apa kata orang, jangan termakan rayuan iklan, karena sebuah keris memiliki karakteristik tersendiri yang tidak sama dengan benda jimat atau benda-benda bertuah lain. 

Bila anda sudah memiliki keris, sebaiknya anda peka rasa, membuka hati dan pikiran anda supaya anda dapat menerima pesan-pesan dari keris-keris anda untuk anda jalankan dalam kehidupan anda, sehingga dengan perbuatan-perbuatan anda yang berdasarkan bimbingan keris-kerisnya, anda bisa mendapatkan manfaatnya, dan keris-keris anda bukan hanya berpotensi menjadi keris junjung derajat, tapi dengan anda menjalankan bimbingan-bimbingannya tersebut keris-keris anda benar-benar menjadi keris junjung derajat.

Jadi, jangan anda terdorong untuk memiliki banyak keris atau berburu mencari keris-keris yang dikatakan ampuh. Kalau sudah punya satu tapi anda tidak bisa mengoptimalkan manfaatnya, untuk apa punya banyak ?  Nantinya malah akan membebani hidup anda.

Pada masa sekarang juga dikenal adanya keris dengan nama Keris Umyang (Umyang Jimbe), yang katanya bertuah ampuh untuk kerejekian / kekayaan. 

Istilah keris umyang ini beredar luas di kalangan pedagang untuk menarik orang membeli kerisnya, karena banyak orang yang menginginkan benda-benda yang bertuah mendatangkan kekayaan (menjurus pesugihan, dijadikan sarana ngalap berkah). Kebanyakan yang dikatakan sebagai Keris Umyang adalah yang dapurnya putut kembar.

Sebenarnya yang disebut keris umyang adalah keris-keris buatan Empu Umyang. Semasa hidupnya beliau sudah membuat sekitar 25 buah keris. 

Kebanyakan adalah pesanan dari orang-orang kaya pembesar kerajaan, orang-orang kaya tuan tanah dan para saudagar kaya. Bentuk dapurnya bermacam-macam, tidak hanya putut kembar. Keris-keris Umyang itu terkenal sekali keampuhan tuahnya yang bisa membawa manusia pemiliknya menjadi berkelimpahan dalam kekayaan.

Tetapi keris-keris jaman sekarang yang dikatakan sebagai keris umyang itu bukanlah semuanya sungguh-sungguh keris buatan Empu Umyang. Itu hanyalah akal-akalan pedagang keris yang mendompleng ketenaran keampuhan tuah keris Empu Umyang. Tapi tidak apa-apa kalau anda ingin membeli keris-keris itu, tetapi sebaiknya tanamkan dalam hati dan pikiran anda, bahwa walaupun keris-keris itu dikatakan orang sebagai keris Empu Umyang, tetapi keris-keris itu belum tentu sesungguhnya adalah keris buatan Empu Umyang, dan tuahnya belum tentu ampuh dan sama seperti keris Umyang yang asli, tetapi anda tertarik membelinya karena mengharapkan tuahnya yang dikatakan sebagai keris umyang. Untung-untungan. Mudah-mudahan benar ampuh bertuah.

Untuk mencoba mencaritahu apakah keris-keris yang sudah anda miliki berpotensi menjadi keris junjung derajat berikut semua persyaratannya, silakan dicoba keris-keris anda ditayuh.

Maksudnya, dengan cara menayuh itu diharapkan kita akan menjadi lebih tahu potensi dari keris-keris kita, bagaimana perlakuan kita supaya potensi itu bisa terwujud, dan bagaimana perawatan dan sesaji yang seharusnya, apakah ada perlakuan dan sikap kita yang masih kurang, yang menyebabkan potensi itu tidak bisa terwujud, atau apakah ada yang belum kita lakukan sehingga potensi itu belum terwujud.

Jadi tujuan menayuh itu adalah untuk mengenal potensi kerisnya, juga untuk mengenal potensi kita sendiri bersama kerisnya. Karena keris bersifat mendampingi, maka kita sendiri harus bisa sejalan dengan kerisnya, bukan sekedar mengharapkan tuahnya bekerja sendiri seperti sebuah jimat keberuntungan dan kesuksesan. Ibaratnya seperti sahabat seiring sejalan yang saling mengerti dan saling membantu. Kita sendiri harus peka rasa dan firasat, supaya bisa mendengarkan arahan dan petunjuk dari khodam kerisnya yang akan menuntun jalan kita. Kalau kita bisa begitu, kita akan tahu jalan kita ke depan, terbuka atau tertutup, atau apakah ada lubang yang harus dihindari, sehingga kemudian akan tampak jelas jalan yang harus kita lalui, bahkan bisa menjadikan kita seolah-olah menjadi seperti bisa meramal.

Sumber : Javanese 2000
Hakekat Keningratan dan Hubungannya dengan Keris

Hakekat Keningratan dan Hubungannya dengan Keris

Hakekat Keningratan dan Hubungannya dengan Keris - Sejak jaman dulu sampai sekarang orang memandang istilah keningratan hanya dari statusnya saja yang adalah anggota kalangan ningrat/bangsawan dan keturunannya saja, sehingga pada jaman sekarang ini yang orang lebih memandang segala sesuatunya dari sisi status, jabatan dan kekayaan, akan banyak menyepelekan istilah dan status keningratan. 


Jika dihubungkan dengan keris dan wahyu keris, dewa dan wahyu dewa, pengertian keningratan tidak sebatas sekedar status orangnya yang ningrat atau keturunan ningrat, tetapi lebih dari itu, ada makna yang lebih dalam daripada hanya itu, karena yang diharapkan oleh para dewa juga lebih dari pada hanya itu.
Dalam sudut pandang para dewa, yang juga terkait dengan wahyu-wahyunya yang diturunkan kepada manusia, keningratan adalah suatu kondisi status dan moral yang sepatutnya dari orang-orang di kalangan itu yang status dan derajat mereka itu menjadi teladan dan panutan bagi banyak orang di lingkungan mereka. Pengertian keningratan ini ada juga hubungannya dengan makna istilah Ksatriya dalam pengertian kasta di masyarakat.

Orang-orang yang menjadi raja / adipati / bupati, anggota keluarganya, kerabatnya dan keturunannya, dan orang-orang yang memegang jabatan pemerintahan kerajaan, kadipaten sampai lurah, umumnya diakui dan dihormati status dan wibawanya di masyarakat, menjadi orang-orang priyayi yang dihormati dan dijadikan teladan dan panutan oleh banyak orang karena perilakunya yang juga terhormat, yang kepada mereka itu orang akan antusias untuk mengabdikan dirinya.

Kalangan ningrat menjaga status dan kehormatan mereka dengan perilaku mereka yang terhormat. Tidak akan mereka menunjukkan perilaku rendah dan tidak terhormat. Perilaku suka mencuri, suka berkata-kata kotor, dsb biasanya tidak ditonjolkan. Dan mereka tidak akan ikut-ikutan masuk ke dalam lingkungan orang-orang yang suka menjelek-jelekkan orang lain, lingkungan yang penuh dengan iri dan dengki, suka judi, mabuk-mabukan, pelacuran, kemaksiatan, dsb, lingkungan orang-orang yang berkepribadian rendah. Kalangan ningrat akan memelihara wibawa dan kelas pribadinya yang tinggi, menjadi orang-orang yang berkepribadian tinggi, yang baik, yang mulia dan terhormat, dengan perbuatan-perbuatan yang juga berwibawa, baik, mulia dan terhormat, cerminan dari orang-orang yang berkepribadian tinggi. 

Memang ada juga di antara kalangan ningrat itu yang tidak menjaga kehormatan. Ada yang perilakunya jelek seperti disebut di atas, perilaku-perilaku yang tidak terpuji, tidak mulia, hanya menonjolkan statusnya saja sebagai orang ningrat dan kaya. Yang seperti itu diartikan bahwa orang itu memang adalah keturunan ningrat, tetapi orangnya sendiri tidak ningrat, dan tidak menghargai keningratan (tidak menghargai keningratan dirinya sendiri). 

Kepribadiannya rendah, tidak tinggi. Derajatnya rendah sebagai seorang ningrat. 

Sejalan dengan itu yang dimaksud dengan istilah ningrat dan keningratan, dan yang terkait dengan wahyu keris, keris keningratan, dewa dan wahyu dewa, adalah orang-orang ningrat dan keturunan ningrat yang benar-benar menjaga wibawa dan derajat kepribadiannya yang tinggi sebagai seorang ningrat, yang menghargai keningratan dirinya sendiri. Itulah yang dihargai dewa, dan keris-keris keningratan diperuntukkan untuk mereka itu, bukan untuk orang-orang ningrat yang rendah kepribadiannya, yang tidak menghargai keningratan dirinya sendiri, yang keris-keris dan wahyu tidak akan antusias bersama mereka, akan lemah pengaruhnya jika dimiliki oleh mereka.

Sejalan dengan itu, kondisi ideal orang-orang ningrat (dan yang menghargai keningratan) seperti disebut di atas adalah yang dihargai dewa. Karena keris jawa bersifat wahyu, maka apapun jenis keris yang dimiliki oleh orang-orang ningrat dan keturunan ningrat dan yang menghargai keningratan dirinya sendiri itu, walaupun aslinya bukan keris keningratan, semuanya akan mewujud menjadi keris keningratan, wahyunya akan menjadi berkah baginya. 

Tetapi keris-keris itu, yang aslinya bukan keris keningratan, akan kembali lagi kepada kondisi aslinya yang bukan keris keningratan ketika berpindahtangan kepada orang lain yang bukan ningrat dan tidak menghargai keningratan.

Pada jaman sekarang ini pengertian dan istilah ningrat dan keningratan di atas, dan yang terkait dengan keris keningratan, dewa dan wahyu dewa, tetap berlaku. Istilah itu berlaku bukan untuk orang-orang yang hanya sekedar berstatus keturunan ningrat saja, tetapi untuk mereka keturunan ningrat yang menghargai keningratan dirinya sendiri, yang menjaga wibawa dan derajat kepribadiannya yang tinggi dengan perilaku dan perbuatan-perbuatan yang baik dan terhormat. Keris-keris keningratan adalah untuk mereka itu, bukan untuk orang-orang keturunan ningrat yang kepribadiannya rendah, yang tidak menghargai keningratan dirinya sendiri, yang keris-keris tidak akan antusias bersama mereka, akan lemah pengaruhnya jika dimiliki oleh mereka.

Sejalan dengan itu, apapun jenis keris yang dimiliki oleh orang-orang jaman sekarang yang keturunan ningrat dan yang menghargai keningratan dirinya sendiri, walaupun aslinya bukan keris keningratan, semuanya akan mewujud menjadi keris keningratan, wahyunya akan menjadi berkah baginya. 

Tetapi keris-keris itu, yang aslinya bukan keris keningratan, akan kembali lagi kepada kondisi aslinya yang bukan keris keningratan ketika berpindahtangan kepada orang lain yang bukan ningrat dan tidak menghargai keningratan.
Memaksimalkan Tuah Jeny Melanie

Memaksimalkan Tuah Jeny Melanie

Memaksimalkan Tuah Jeny Melanie - Tulisan dalam halaman ini merupakan kelanjutan dari tulisan pada halaman sebelumnya : Menyatunya Keris dengan Pemilik. Sebagian cara-cara menyatukan sebuah keris dengan manusia pemiliknya dan cara-cara menjadikan sebuah keris bermanfaat bagi pemiliknya sudah terkandung dalam tulisan-tulisan di halaman lain.


Pada jaman sekarang banyak keris yang hawa aura mistisnya sudah redup, sudah dingin / adem / anyeb, mirip seperti keris kosong tak berpenghuni gaib.  Hawa aura gaibnya sudah menurun atau kerisnya pasif tidak memberikan tuahnya, terpengaruh perkembangan jaman dimana keberadaan keris sudah mulai diabaikan, tetapi kekuatan aura keris-keris tersebut akan terasa kembali ketika sudah menyatu dengan seorang pemilik yang sesuai.
Selama masih ada jarak kebatinan antara si manusia dengan kerisnya, maka keberadaan keris itu tidak akan banyak berarti. Tuah-nya pun mungkin tidak akan dirasakannya. Bagi anda yang memiliki atau menyimpan keris, sebaiknya juga memiliki pengetahuan tentang tatacara pemakaian keris, pemeliharaan keris, dsb, jangan hanya sekedar asal memiliki, menyimpan atau memakainya, supaya tidak terbawa-bawa cerita tentang mistis keris atau pun mengkultuskan kegaiban keris, supaya keris tidak dimusuhi orang karena cerita mistisnya, atau justru keris dijadikan sebagai suatu bentuk pemujaan. 

Menyatukan Keris dengan Pemiliknya

Karena sisi gaib sebuah keris jawa adalah bersifat wahyu, maka kegaiban keris jawa akan bekerja sendiri sesudah ada penyatuan kebatinan dengan manusia pemiliknya dan akan melipatgandakan pengaruh aktivitas dan perbuatan si manusia pemiliknya yang sejalan dengan sifat kegaiban kerisnya, sehingga perbuatan-perbuatannya itu memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan tanpa keris. Keris jawa yang sudah dimiliki oleh seseorang akan pasif peranan dan pengaruhnya jika belum ada penyatuan kebatinan dengan orang si pemilik keris dan orangnya tidak melakukan aktivitas dan perbuatan yang sejalan dengan sisi kegaiban kerisnya.

Karena itu kegaiban keris jawa tidak akan bisa langsung dirasakan oleh orang-orang pemilik keris dan banyak pemilik keris yang tidak bisa merasakan manfaat kerisnya, karena kegaibannya akan bekerja hanya sesudah ada penyatuan kebatinan pemiliknya dengan kerisnya dan kegaiban keris tidak sama dengan benda-benda bertuah lain yang otomatis memberikan tuahnya sesudah bendanya dimiliki, apalagi mengharapkannya bekerja sendiri mendatangkan rejeki dan kekayaan sama seperti bertuah pesugihan, karena sifat kegaiban keris adalah melipatgandakan pengaruh aktivitas dan perbuatan si pemilik keris yang sejalan dengan sifat kegaiban kerisnya. Jadi, orangnya sendiri yang harus sakti, orangnya harus bekerja, dsb, dan sesudah ada penyatuan kebatinan kerisnya dengan pemiliknya, aktivitas dan perbuatan yang sejalan dengan sisi kegaiban kerisnya pengaruhnya akan dilipatgandakan oleh kerisnya. 

Pada masa sekarang ini jarang ada manusia pemilik keris yang dapat merasakan kegaiban kerisnya dan juga jarang ada yang dapat merasakan tuah gaib keris yang diberikan kepada manusia, mungkin karena kondisi kerisnya yang tidak berhawa angker / berwibawa, sehingga tidak terasa hawa auranya, atau mungkin sifat tuahnya yang tidak menonjol sehingga tidak dapat dibedakan rasanya, atau mungkin memang si manusianya sendiri yang kurang peka, tidak dapat merasakan adanya kegaiban pada pusakanya, dirinya atau orang lain.

Bila anda memiliki sebuah keris sebaiknya anda berusaha untuk menyatukan rasa kebatinan anda dengan keris anda, supaya keris itu benar menjadi sebuah sipat kandel dan tuahnya akan lebih dapat anda rasakan. Dalam segala sesuatu yang anda lakukan terhadap keris anda, sebaiknya anda bisa mengetahui apakah perbuatan anda itu berkenan bagi si keris, jangan sampai walaupun anda bermaksud baik, tetapi ternyata si keris merasa tidak cocok dengan perbuatan anda itu. 

Pertama-tama cobalah keris itu ditayuh atau menanyakan kepada orang yang benar mengerti, mengenai kecocokkannya dengan anda dan sifat dari tuahnya. 

Kemudian cobalah menyatukan rasa batin anda dengan si keris. Misalnya sambil anda membersihkan keris atau meminyaki keris, anda coba peka rasa, merasakan kegaiban keris itu. Setelah anda dapat merasakan suatu rasa hati yang menyatu dengan si keris, selaraskan rasa batin anda dengan 'rasa' tuah si keris, supaya tuah si keris menyatu dengan kebatinan anda. Dalam tulisan tentang ilmu tayuh keris di atas juga diberikan contoh cara mendekatkan hati dan rasa dengan keris. 

Contoh cara lainnya, setelah keris dikeluarkan dari sarungnya, keris diangkat tegak ke atas kepala di depan wajah, dan sambil menunduk keris tersebut disentuhkan ke dahi. Cara ini baik untuk menyatukan rasa dengan si keris, atau untuk menyampaikan sugesti / perintah / keinginan kita terhadap si keris. Dengan cara ini anda akan bisa merasakan energi si keris di dahi / kepala anda (atau di ubun-ubun kepala anda). Ada keris-keris yang energinya tajam, ada juga yang energinya tidak tajam, tetapi terasa berat di kepala anda. Cara ini juga bisa digunakan untuk mendeteksi apakah sebuah keris benar berpenghuni gaib, ataukah kosong isi gaibnya.

Dengan cara tersebut, sambil kita berusaha untuk merasakan "rasa" keris supaya kita bisa menyatukan rasa hati dengan si keris, mendekatkan batin kita dengan si keris, cara itu baik untuk menyampaikan sesuatu kepada si keris, misalnya untuk menayuh keris supaya hadir di dalam mimpi atau untuk mengsugesti si keris untuk menyatu dengan kehidupan kita, dengan cara berkonsentrasi berbicara di dalam hati, tetapi ditujukan kepada si keris.

Bila sebelumnya keris tersebut belum pernah memberikan sinyal kecocokkannya dengan anda (misalnya lewat mimpi), maka setelah upaya anda menyatukan rasa dengan keris tersebut (seperti cara di atas), biasanya si keris akan memberikan mimpi tertentu kepada anda sebagai tanda jawaban dari pertanyaan / sugesti anda. 

Setelah anda dapat merasakan menyatunya rasa batin dengan si keris, kemudian dalam keseharian aktivitas anda, sugestikan kepada si keris agar menyatu dengan anda, menyertai anda bersama dengan tuahnya. Sugestikan bahwa tuah-tuah yang menyatu dengan anda hanyalah tuah yang cocok dan bermanfaat untuk anda sesuai aktivitas keseharian anda. 

Bila anda berhasil melakukan sugestinya, maka sesuai masing-masing sifat tuah keris :
  • Bila tuah karisma / wibawa yang anda sugestikan menyatu dengan anda, maka suatu aura karisma dan wibawa akan memancar dari diri anda yang bisa dirasakan oleh orang-orang lain di sekitar anda. 
  • Bila tuah kesaktian yang anda sugestikan, maka anda akan bisa merasakan tubuh anda lebih kuat bertenaga dan padat berenergi dan feeling anda akan lebih tajam bila akan terjadi suatu marabahaya.
  • Bila tuah penjagaan gaib yang anda sugestikan, maka gaib si keris akan mendampingi dan menjaga anda dari gangguan gaib, sebatas kemampuan si gaib keris, atau ada selubung energi gaib yang menyelimuti diri anda yang menjauhkan anda dari gangguan gaib.

Bila tuah kerejekian yang anda sugestikan, maka akan ada suatu aura pengasihan dan ketentraman yang memancar dari diri anda yang bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitar anda. Urusan dagang / bisnis, pertemanan dan sosial menjadi lebih baik. Tanaman menjadi lebih baik pertumbuhannya dan ternak menjadi lebih baik perkembangannya. Ide-ide dan ilham mengalir lancar untuk memecahkan persoalan.

Seberapa kuat kegaiban yang meliputi diri anda selain tergantung pada kekuatan kegaiban si keris itu sendiri, terutama adalah tergantung pada kekuatan sugesti penyatuan anda dengan keris anda itu. Dengan demikian anda sudah menjadikan keris anda sebagai sebuah piyandel, bukan hanya menjadi sebuah keris koleksi atau keris simpanan saja, apalagi hanya menjadi keris pajangan.

Contoh sugesti penyatuan dengan gaib keris sesuai manfaat tuahnya masing-masing : 

Setelah keris dikeluarkan dari sarungnya, keris diangkat tegak ke atas kepala di depan wajah, dan sambil menunduk keris tersebut disentuhkan ke dahi. Dalam posisi itu kita berkata-kata kepada si keris (berkata-kata di dalam hati, tetapi ditujukan kepada si keris) :
  • Dampingilah keseharian saya, pancarkan aura yang baik supaya dagangan saya laris banyak pembelinya.
  • Dampingilah keseharian saya, pancarkan aura yang baik supaya teman-teman sekerja, atasan dan bawahan, semua orang suka dan bersahabat dengan saya, supaya urusan sosial dan pekerjaan saya menjadi lebih baik.
  • Dampingilah keseharian saya, lindungi saya dan jauhkan orang-orang dan mahluk halus yang berniat mengganggu dan bersikap jahat kepada saya.
  • Lindungilah rumah saya dan para penghuninya dari gaib-gaib dan energi negatif dan yang mengganggu,  berikanlah pagaran gaib yang melindungi saya dan semua anggota keluarga saya dan berikan juga pagaran gaib yang melindungi rumah saya dan halamannya. Jadikanlah pagaran gaib itu beraura baik untuk kerejekian dan hubungan sosial kami.
  • Pindahkan gaib-gaib tidak baik ke tempat yang jauh dari permukiman supaya tidak mengganggu manusia. 
  • Beritahukan juga hasilnya kepada saya lewat mimpi. 

Sebaiknya kita juga rajin membersihkan keris-keris kita dan sesekali meminyakinya dengan minyak cendana merah (sebulan sekali), selain untuk menjaga kedekatan hati dengan si keris, juga sebagai tanda terima kasih atas bantuan dan kebersamaannya dengan kita.

Bila anda memiliki keris, jika sudah berhasil melakukan penyatuan dengan keris-keris anda, sekaranglah saatnya anda mencoba untuk mengoptimalkan fungsi keris-keris itu supaya keberadaannya lebih berguna bagi anda.

Tips dalam sugesti untuk pagaran gaib :

Cara-cara sugesti seperti menayuh keris bisa digunakan untuk mengsugesti pembuatan pagaran gaib. Semua jenis khodam dan benda-benda gaib, selain sukma manusia, dapat disugestikan untuk memberikan pagaran gaib.

Kalau anda membuat pagaran gaib sebaiknya ada pemahaman sbb : gunakanlah khodam atau benda gaib yang kekuatan gaibnya paling tinggi, tetapi disugestikan supaya kekuatan pagarannya hanya setengahnya atau sepertiganya saja dari kekuatannya yang tertinggi, dan disugestikan energinya bersifat teduh, baik untuk kesehatan dan kerejekian / pergaulan.

Kekuatan pagaran gaib yang hanya setengah kekuatannya itu penggunaannya sbb :
  1. Pagaran gaib untuk manusia, disugestikan supaya kekuatan pagaran yang hanya setengah itu kuat tak dapat ditembus mahluk halus.
  2. Pagaran gaib untuk rumah, bangunan atau benda-benda lain, disugestikan supaya energi pagarannya bersifat positif, hanya untuk menolak energi negatif dan mahluk halus yang dari golongan hitam, yang berenergi negatif dan yang bertendensi / berpengaruh negatif. Karakteristik mahluk halus dari golongan hitam dan yang berenergi negatif terhadap manusia.
Pagaran gaib untuk rumah disugestikan supaya energi pagarannya bersifat positif, hanya untuk menolak yang golongan hitam, yang berenergi negatif dan yang bertendensi / berpengaruh negatif. Jadi mahluk halus yang bersifat baik dan tidak berpengaruh jelek akan tetap bisa masuk atau lewat. Jadi khodam-khodam anda yang lain, khodam cincin, jimat, keris, atau khodam teman-teman anda, roh sedulur papat, sukma leluhur, dsb, yang kekuatannya lebih rendah daripada pagarannya tetap bisa masuk ke dalam rumah, selama tidak termasuk dalam kriteria yang harus ditolak. 

Pagaran gaib untuk manusia, walaupun kekuatannya hanya setengahnya, tetapi harus kuat supaya tak dapat ditembus mahluk halus. Sehingga walaupun di rumahnya atau di manapun dia berada ada banyak sosok-sosok halus, dia tetap aman, selama tidak ada yang bisa menembus pagarannya.

Uraian di atas didasarkan pada pemahaman sbb : 
  • Kondisi lemahnya pertahanan gaib seseorang dpt memudahkan mahluk halus mana saja untuk menyerang, merasuk, menempel atau bersemayam di tubuh seseorang. 
  • Adanya pagaran gaib dapat membantu menjaga keselamatan dari gangguan gaib. 
  • Tetapi semakin tingginya kegaiban (termasuk pagaran gaib) yang ada pada sebuah rumah, bangunan atau lokasi tertentu atau pada diri seseorang juga dapat mengundang datangnya sosok-sosok halus yang lebih tinggi kekuatannya daripada kekuatan pagarannya, yang tidak jelas apakah yang datang itu bersifat baik atau tidak.

Jadi adanya pagaran gaib yang kuat juga dapat berefek negatif, yaitu akan dapat mengundang datangnya sosok-sosok halus untuk bersemayam di dalamnya. Jadi kalau kekuatan pagaran gaib yang kita buat hanya setengah kekuatannya, seandainya ada datang sosok halus yang lebih kuat daripada pagarannya, dan dicurigai berpengaruh negatif, diharapkan kekuatan gaibnya yang tertinggi bisa digunakan untuk mengusirnya.

Kalau dalam membuat pagaran gaibnya sudah digunakan kekuatan yang tertinggi, jika ada sesosok halus yang datang, yang lebih kuat daripada pagarannya, anda tidak akan dapat berbuat apa-apa, karena kekuatan tertinggi yang sudah anda gunakan ternyata ada yang mampu menembusnya.

Mudah-mudahan pemahaman di atas dapat menambah kebijaksanaan spiritual anda.

Benda-benda gaib anda yang bisa untuk kekebalan (bisa dites untuk kekebalan) sebaiknya jangan disugestikan untuk memberikan tuah / fungsi lain, supaya tuah kekebalannya tidak berubah / luntur.

Sumber : Javanese 2000
Memahami Arti Mimpi Menayuh Keris

Memahami Arti Mimpi Menayuh Keris

Memahami Arti Mimpi Menayuh Keris - Ada beberapa pertanyaan serupa dari para pembaca mengenai keris apakah yang cocok untuk dimiliki oleh masing-masing orang secara individu yang cocok dan berguna sebagai teman dan pendamping hidup sehari-hari (apa pamornya, apa dapurnya, keris lurus atau luk, keris luk 1 atau luk 3, dsb).



Contoh pertanyaannya sbb :
  • Jika menayuh keris cara 1 (lewat mimpi), secara umum apa maknanya jika yang dijumpai adalah perempuan yang ingin diperistri, demikian juga apa maknanya jika yang dijumpai adalah sesosok pemuda atau orang laki, juga apa maknanya jika yang dijumpai seorang bayi atau anak ?
  • Dihubungkan dengan profesi sebagai karyawan / pegawai / pegawai negeri / pejabat yang bukan pimpinan puncak, diantara keris yang ditayuh memperlihatkan perempuan, bayi atau pemuda, manakah yang lebih cocok untuk yang bersangkutan. Demikian juga untuk profesi yang sama, manakah yang lebih cocok, keris lurus, keris luk 1, 3, 5, 7, 9, 11, 13 atau kalawijan (misal luk 27). Dan untuk profesi yang sama apakah memang keris dengan pamor miring (adeg tiga, ron genduru) kurang cocok ?
Ulasannya sbb :

Kehidupan mahluk halus di alam gaib mirip dengan kehidupan manusia jaman kerajaan dulu. Jika mereka membangun sebuah bangunan gaib untuk tempat tinggal mereka, bangunannya mirip dengan istana kerajaan atau rumah manusia jaman dulu. Perilaku mereka juga mirip dengan perilaku manusia jaman dulu. Itulah juga sebabnya bila kita melakukan tayuhan lewat mimpi, biasanya mereka akan memberikan jawaban mimpi yang bersifat perlambang, karena manusia jaman dulu juga, sesuai tatakrama yang berlaku, kalau memberikan nasehat atau petunjuk biasanya tidak secara langsung, tetapi dalam bentuk kiasan atau perlambang yang dengan bijaksana harus dimengerti sendiri artinya.

Kejadian di dalam mimpi biasanya berupa suatu kejadian yang bersifat "perlambang", maksudnya, kejadian di dalam mimpi bersifat perlambang yang arti dan maksudnya masih harus diartikan lagi oleh orang yang bersangkutan.

Dalam hal mimpi tayuhan keris, jawaban dari si keris biasanya adalah berupa kejadian di alam mimpi yang bersifat perlambang, yang arti dan maksudnya masih harus diartikan lagi oleh orang yang bersangkutan.

Bila keris itu tidak cocok atau tidak berjodoh dengan si pemilik, maka di dalam mimpinya, keris itu akan menampilkan diri sebagai sosok yang tidak bersahabat. Bisa jadi yang ditemui dalam mimpinya adalah sosok yang menakutkan, berkelahi dengannya, mengejar-ngejar, atau mengancam. Mimpi yang seperti itu adalah sebagai isyarat dari 'isi' keris yang tidak cocok dengannya atau kerisnya tidak mau dimilikinya. Bila ini yang kita alami, sebaiknya jangan kita memaksakan diri untuk tetap menyimpan keris itu.

Bila keris itu cocok atau berjodoh dengan si pemilik, maka di dalam mimpinya, keris itu akan menampilkan diri sebagai sosok yang bersahabat. Dalam mimpinya mungkin si pemilik keris bertemu dengan seorang bayi, anak, wanita, pemuda atau orang tua, yang menyatakan ingin ikut, ingin diangkat anak, atau ingin diperistri, mimpi bercinta, atau mimpi ada orang yang menyertai / menemani perjalanan, atau kejadian lain yang sifatnya bersahabat dan baik. 

Ini adalah tanda bahwa si keris berkenan kepadanya.

Di bawah ini adalah perkiraan arti mimpi yang berupa perlambang, yang setelah seseorang menayuh kerisnya dan meminta jawabannya lewat mimpi, kemudian di dalam mimpinya itu si manusia bertemu :
  • Anak-anak, berarti kerisnya akan mengikuti dan menuruti apa saja sesuai keinginan si manusia.
  • Bertemu dengan seorang perempuan, bercinta, atau ada perempuan yang minta diperistri, berarti keris itu bersifat mendampingi kehidupan si manusia (seperti seorang istri), seringkali tuahnya bisa berbentuk apa saja mengikuti penyesuaiannya dengan kehidupan manusia pemiliknya.
  • Pemuda / pemudi, atau seorang ksatria muda (laki-laki ataupun perempuan), berarti sifatnya energik, bisa mengikuti keseharian aktivitas si pemilik keris, bisa untuk penjagaan gaib, kekuatan, wibawa, atau yang lainnya sesuai aktivitas si manusia.
  • Orang tua bapak-bapak / ibu-ibu, selain kerisnya memberikan tuah tertentu, juga bersifat mengayomi, dan juga akan memberikan peringatan-peringatan dan nasehat seperti seorang tua, melalui ilham atau mimpi.
  • Sosok macan / harimau, bersifat penjagaan gaib  (dan untuk kekuatan, kekuasaan dan kewibawaan jika sosok gaibnya berkarakter keras dan panas).
  • Sosok manusia tinggi besar, bersifat penjagaan gaib dan menjaga kewibawaan.
  • Bertemu dengan beberapa orang. Ada kejadian seperti ini yang terjadi pada seseorang yang memiliki beberapa buah keris, atau selain memiliki keris juga memiliki benda-benda gaib lain atau juga memiliki khodam pendamping atau di tempat tinggalnya ada berdiam sosok-sosok halus lain. Bila anda yang mengalaminya, bila semua orang yang anda ditemui di dalam mimpi menunjukkan sikap bersahabat dan menghormati anda, berarti semua sosok gaib yang bersama anda menunjukkan sikap positif atas kebersamaan mereka dengan anda. Tetapi jika ada di antara sosok-sosok tersebut yang perilakunya tidak simpatik atau tidak menghormati anda, berarti ada di antara sosok-sosok tersebut yang perilakunya tidak baik dan tidak menghormati anda sebagai pemilik benda gaibnya atau sebagai pemilik rumah. Yang tidak baik seperti itu sebaiknya diusir saja (atau bendanya dipindahtangankan), jangan dibiarkan sampai ia melakukan perbuatan-perbuatan yang akhirnya membuat anda susah

Contoh-contoh mimpi di atas menggambarkan karakter gaib masing-masing keris.  Walaupun tersirat, tetapi mimpi-mimpi itu tidak secara jelas menggambarkan fungsi tuah keris. 

Biasanya si gaib keris menganggap si manusia sudah tahu sifat tuah kerisnya, atau keris itu nantinya akan memberikan tuah yang sejalan dengan kehidupan si manusia, sesuai fungsi tuah kerisnya masing-masing, sehingga bentuk tuah itu tidak dimunculkan di dalam mimpi. Jadi kalau kita ingin mendapatkan mimpi khusus mengenai petunjuk tuahnya, berarti kita harus melakukan penayuhan lagi, khusus untuk meminta ditunjukkan tuahnya.

Tetapi ada beberapa kejadian di dalam mimpi yang menunjukkan bentuk tuah keris. Misalnya dalam mimpinya seseorang merasa ada yang mendampinginya berbelanja, atau mendampinginya berdagang. Jenis mimpi ini menunjukkan arti bahwa kerisnya bertuah untuk membantu kerejekian / usaha dagang. Atau mimpi merasa ada seseorang yang mendampingi di dalam perjalanan, maka mimpi ini menunjukkan bahwa kerisnya bersifat mendampingi dan akan membantu semua aspek aktivitas keseharian si manusia (termasuk penjagaan gaib / keselamatan). Atau mimpi berkelahi atau berada dalam situasi berbahaya dan dalam kondisi itu ada seseorang yang datang menolongnya. Mimpi ini menunjukkan bahwa kerisnya bersifat membantu keselamatan / penjagaan gaib.

Selama ini dari perilaku manusia di dunia perkerisan kebanyakan orang hanya mementingkan tuah dari keris, yaitu tuah yang diberikan oleh sebuah keris kepada manusia pemiliknya. Dengan demikian dalam mencari dan memilih-milih sebuah keris yang cocok untuk dimiliki oleh seseorang, maka orang akan mencari keris dengan tuah yang diharapkannya. Dengan demikian sama saja kita berperilaku menyamakan sebuah keris dengan benda jimat yang keberadaannya hanya diharapkan tuahnya saja.

Sesuai yang sudah dituliskan oleh Penulis dalam banyak halaman tentang kepribadian sebuah keris, bahwa sesuai kesejatiannya, sebuah keris tidaklah sama dengan benda jimat. Keberadaan sebuah keris ditujukan untuk menjadi pendamping kehidupan manusia, dan kecocokkan sebuah keris dengan manusia pemiliknya, selain dinilai dari kecocokkan tuahnya dengan si manusia, juga harus dinilai kecocokkan karakter gaib kerisnya dengan si manusia.

Jadi dalam menilai kecocokkan sebuah keris dengan seorang manusia, hal-hal antara lain yang harus dinilai kecocokkannya dengan si manusia adalah mengenai bentuk tuah dan karakter gaib kerisnya. Selebihnya tinggal si manusianya apakah bisa menyatukan dirinya dengan kegaiban keris-kerisnya.

Contoh-contoh karakter keris yang ditunjukkan dalam mimpi tayuhan di atas menunjukkan sisi karakter gaib sebuah keris. Karakter-karakter keris tersebut sudah dicocokkan dengan karakter si manusia pertama pemilik kerisnya dulu. Jika dihubungkan dengan kehidupan dan kepribadian si manusia pemiliknya yang sekarang, termasuk dengan pekerjaannya, Penulis tidak dapat menyebutkan mana karakter keris yang paling baik, karena masing-masing sifat keris itu mempunyai kebaikan sendiri-sendiri. Semuanya akan berpulang kepada si manusia itu sendiri untuk menganggap mana sifat keris yang sesuai dengan keinginannya dan yang sesuai dengan karakternya sendiri.

Sama halnya seperti kita manusia yang mempunyai beberapa orang teman yang masing-masing mempunyai kepribadian dan pembawaan perilaku sendiri-sendiri. Mana dari mereka yang paling baik untuk kita, yang menuruti dan mengikuti kita, yang mendampingi kehidupan kita, yang energik mengimbangi aktivitas kita, yang aktif melindungi kita dan menjaga karisma dan kewibawaan kita, ataukah yang banyak bersifat membimbing dan mengayomi ?   

Semuanya akan berpulang kepada si manusia sendiri untuk menganggap mana sifat keris yang sesuai dengan keinginannya, karena selain tuahnya, masing-masing sifat karakter keris itu mempunyai kebaikan dan pengaruh sendiri-sendiri jika menilainya dari sudut pandang kehidupan keduniawian, seperti kecocokkannya dengan jenis pekerjaan, pengaruh secara psikologis (misalnya menjadi dikasihi orang, keteduhan dan ketentraman keluarga atau berwibawa dan berkuasa), dan pengaruh pada kerohanian / kebatinan / kesepuhan / kebijaksanaan masing-masing manusia pemilik keris.

Mengenai bentuk-bentuk fisik keris, nama-nama bentuk dapur dan pamor keris, dsb, sebenarnya Penulis tidak banyak mendalaminya, karena Penulis lebih banyak memandangnya sebagai bentuk seni estetika keris. Walaupun bentuk dapur dan pamor keris banyak menggambarkan "isi" keris, tetapi seringkali bentuk fisik keris itu bukanlah asli kreasi sang empu keris, kebanyakan adalah bentuk keris yang dipesan oleh si calon pemilik keris, sehingga seringkali bentuk fisik kerisnya tidak sejalan dengan perwatakan asli gaib kerisnya, walaupun tidak banyak manusia yang menyadarinya . Karena itu seringkali Penulis terpaksa harus melihat dulu satu per satu keris-keris tersebut untuk bisa lebih akurat dalam menilai sisi kegaiban dan menilai perwatakan kerisnya.

Secara umum, keris-keris dengan dapur dan pamor yang sama memang sifat tuahnya sejenis, karena para empu pembuatnya juga mengikuti norma pakem / keseragaman kebatinan perkerisan yang sama. Tetapi selain bentuk tuahnya, ada sisi lain yang juga harus diperhatikan, yaitu karakter gaib keris. 

Walaupun keris-keris yang bentuk dapur dan pamornya sejenis biasanya bentuk tuahnya juga sejenis, tetapi karakter gaib masing-masing keris itu tidak persis sama, sehingga keris-keris yang tuahnya sejenis itu pengaruhnya pada setiap orang tidak selalu sama. Misalnya keris-keris yang bertuah kerejekian. Kebanyakan keris-keris kerejekian bersifat mendampingi dan membantu si manusia pemiliknya dalam usaha atau pekerjaannya dan membantu membukakan ide dan ilham untuk pengembangan pekerjaan / usaha dan untuk memecahkan masalah, dan memancarkan hawa aura yang teduh, yang bersifat baik untuk menunjang jalan kerejekian dan hubungan sosial si manusia pemilik keris. Tetapi ada juga keris-keris kerejekian yang karakternya juga bersifat mengayomi. Dalam hal ini keris-keris tersebut selain memberikan tuah kerejekian, juga memberikan pengayoman, misalnya mengingatkan si pemilik keris jika ada perbuatan / perilakunya yang akan berujung pada kesulitan, memberikan suasana teduh dalam rumah tangga, meneduhkan suasana untuk menjauhkan pertengkaran suami-istri dan pertengkaran orang tua dengan anak-anaknya, juga meneduhkan suasana panas yang ditimbulkan oleh suasana rumah dan lingkungannya atau suasana panas dari hawa aura para mahluk halus yang berdiam di rumah si pemilik keris dan sekitarnya, membantu meredam gejolak emosi dan kadangkala juga membantu menyembuhkan anggota keluarga yang sakit.

Keris-keris yang bertuah dasar untuk wibawa kekuasaan biasanya akan membantu pemiliknya dengan menjaga karisma wibawanya di mata orang lain, sebagian juga membantu jalan kerejekiannya dengan cara menjaga dan menunjang karir / kepangkatan. Sebagian keris-keris ini mengandung hawa energi yang panas.

Contoh lainnya adalah keris-keris yang bertuah untuk penjagaan gaib. Keris-keris jenis ini biasanya menjaga si pemilik keris dengan cara mendampinginya atau memberikan suatu selimut energi yang menjauhkan si pemilik keris dari gangguan roh-roh halus. Tetapi ada keris-keris yang karakternya keras dan sifat energinya tajam, biasanya sangat baik untuk penjagaan gaib, tetapi sifat energi tajamnya itu berlawanan dengan urusan kerejekian. Begitu juga yang karakternya keras dan panas, biasanya cukup baik untuk fungsi kewibawaan dan kekuasaan. Kalau pemilik keris-keris itu seorang bos besar / pemilik usaha / kepala kantor / pejabat tinggi / kepala pemerintahan, mungkin tidak masalah. Tapi kalau pemiliknya seorang pedagang, petani atau karyawan, bisa jadi masalah. 

Keris-keris yang sifat energinya tajam, berkarakter keras dan berhawa aura panas, biasanya memberikan pengaruh yang berlawanan dengan suasana teduh dan sifat-sifat pengasihan yang diperlukan oleh manusia pada umumnya dalam hubungan sosial, pekerjaan dan usahanya mencari rejeki.

Keris-keris yang berhawa aura panas juga dapat menjadi masalah lain bagi pemiliknya. Ketika masih berusia muda, penyatuan hawa aura panas keris dengan energi fisik dan psikologis si manusia akan menambah semangat dan kekerasan watak si manusia, tetapi ketika sudah berusia tua, seseorang akan mudah sakit-sakitan karena kondisi fisiknya tidak dapat mengimbangi energi panas kerisnya.

Karakter keris yang keras dan panas dan sifat energinya yang tajam bukanlah sifat-sifat negatif dari sebuah keris, sehingga kondisi itu tidak dapat diredam dengan menggunakan keris tindih.  Keris-keris itu memang sengaja dibuat begitu sesuai dengan pribadi manusia pertama pemiliknya dulu. Hanya saja manusia pemiliknya yang sekarang yang tidak cocok dengan keris-keris jenis tersebut. Karena itu sebelum membeli / menerima sebuah keris, selain menilai jenis tuahnya, kita juga harus dapat menilai karakter keris itu, supaya keris yang akan kita miliki benar-benar sesuai dengan kepribadian dan menunjang jalan kehidupan kita, bukan malah memberati kehidupan kita.

Tuah dari masing-masing keris mungkin bisa diketahui dari bentuk dapur dan pamor keris, karena masing-masing empu keris juga mengikuti pakem kebatinan perkerisan yang seragam, tetapi tentang karakter gaib keris lebih banyak diketahui dengan rasa, tidak ditentukan oleh fisik kerisnya. Menayuh dengan model ayunan / pendulum cukup baik untuk menanyakan tentang sifat karakter gaib keris dan pengaruhnya pada pemiliknya.

Sebagai acuan awal, keris-keris yang cocok untuk seseorang adalah berdasarkan sifat dasar tuah kerisnya. Misalnya :

Untuk seorang karyawan biasa PNS ataupun swasta, yang baik untuknya biasanya adalah yang bertuah kerejekian dan pengasihan, supaya lebih bersemangat dalam bekerja, hubungan sosial dengan sesama karyawan baik dan dikasihi oleh atasannya, sehingga urusan pekerjaan juga menjadi semakin baik.

Untuk seorang karyawan PNS ataupun swasta, yang menjabat posisi tertentu seperti supervisor atau manajer, atau termasuk anggota low atau middle level management, tetapi tidak termasuk dalam anggota manajeman kunci operasional, yang baik untuknya biasanya adalah yang bersifat kerejekian dan karisma / wibawa kesepuhan.

Untuk seorang karyawan PNS ataupun swasta, yang termasuk dalam keanggotaan manajeman kunci operasional, atau termasuk anggota top level management, yang baik untuknya biasanya adalah yang bertuah untuk wibawa kekuasaan, dan yang bersifat kerejekian, dan karisma / wibawa kesepuhan.

Dalam keseharian si manusia, masing-masing sifat keris itu juga tergantung pada menyatunya si keris dengan si manusia, dan juga tergantung pada karakter perilaku si manusia itu sendiri apakah dalam kesehariannya lebih banyak menonjolkan sikap mengasihi / bersahabat dengan lingkungannya, ataukah bersikap memimpin dan menaungi bawahannya, ataukah lebih banyak menonjolkan sikap berwibawa dan berkuasa.

Selebihnya, selain bentuk dasar tuahnya, perlu juga kita belajar mengetahui karakter dari sisi gaib keris kita, mempelajari hawa aura energinya dengan kepekaan rasa, dan perlu juga kita mengetahui perwujudan isi sosok gaibnya, karena perwujudan sosok khodamnya itu juga menggambarkan karakter gaib kerisnya. 
Karakter dan Tuah Jeny Melanie

Karakter dan Tuah Jeny Melanie

Karakter dan Tuah Jeny Melanie - Pada awalnya, di tanah Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur), keris diciptakan hanya untuk memberikan tuah kesaktian dan wibawa kekuasaan.  Keris (dan tombak) adalah sebuah benda yang menjadi kebanggaan masyarakat pada umumnya dan merupakan lambang status / derajat pemiliknya. Keris menjadi "keharusan" untuk dimiliki oleh para pejabat, baik raja, keluarga kerajaan atau bangsawan, orang-orang kaya, para senopati sampai prajurit (prajurit biasanya menggunakan jenis tombak), pejabat bupati sampai lurah desa. Di kalangan masyarakat umum hampir semua orang laki-laki ingin memiliki keris, terutama mereka yang memiliki ilmu beladiri dan orang-orang tua yang memahami spiritualitas kejawen.


Pada jaman kerajaan dulu budaya perkerisan sedemikian memasyarakat dan empu-empu keris pun tersebar ke banyak daerah. Namun ketika terjadi perseteruan antara kerajaan Majapahit di Jawa Timur dengan kerajaan di Jawa Barat, empu-empu jawa yang berada di Jawa Barat diperintahkan untuk pulang kembali ke jawa (ke Jawa Tengah atau ke Jawa Timur). Empu-empu keris yang memilih untuk tetap tinggal di Jawa Barat masih diizinkan, tetapi dilarang membuat keris untuk orang Jawa Barat.

Oleh karena keberadaan empu-empu jawa di Jawa Barat itu berkembanglah bentuk-bentuk senjata atau ageman yang teknik pembuatannya menyerupai teknik pembuatan keris (logam ditempa berlapis-lapis), misalnya kujang (yang berwarna hitam dan logamnya ditempa berlapis-lapis seperti keris) dan keris-keris jimat kecil (yang bisa dimasukkan ke dalam dompet dan logamnya juga ditempa berlapis-lapis seperti keris). 

Secara umum senjata kujang diakui sebagai asli milik orang Sunda dan menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa Barat. Tetapi pada awalnya dulu senjata kujang tidak berbentuk seperti di jaman sekarang ini. Bentuknya lebih mirip "kudi" (di jawa) atau mirip sabit yang ujungnya melingkar keluar, karena kujang aslinya bukanlah senjata, tetapi adalah alat bertani / berladang. Senjata asli orang Sunda adalah golok dan belati panjang sebagai kepanjangan tangan dalam pencak silat harimau. Oleh kreasi para empu, kujang berkembang bentuknya menjadi seperti yang sekarang ini, lebih ramping, menyerupai lambang tunas kelapa pramuka. Awalnya senjata kujang dibuat hanya untuk dimiliki oleh keluarga kerajaan dan kalangan bangsawan saja, sehingga kujang-kujang itu dibuat dengan ciri-ciri khusus yang melambangkan derajat orang pemiliknya.

Umumnya kujang ada 2 jenisnya, yaitu jenis kujang yang tujuan pembuatannya untuk digunakan sebagai alat pertanian dan kujang pusaka yang diperuntukkan sebagai pusaka dan senjata tarung yang biasanya dibuat sepasang. Kujang adalah sebuah senjata yang unik dari segi bentuk & sejarahnya. Senjata tradisional Jawa Barat ini memang tidak sepopuler keris atau beberapa senjata lain di bumi nusantara ini, tetapi kujang bisa dimasukkan ke dalam kategori jenis keris, yaitu keris khas tanah pasundan. Kujang pusaka merupakan pengembangan dan menjadi pengganti dari jenis senjata belati panjang yang awalnya peruntukkan pembuatannya adalah untuk kalangan keluarga raja dan kalangan bangsawan saja.

Umumnya orang Jawa Barat jaman dulu menggunakan golok dan pisau belati panjang sebagai senjata tarung. Kujang pusaka awalnya peruntukkannya hanya untuk dimiliki oleh kalangan bangsawan saja. Secara umum kujang dibuat dari bahan besi, tetapi kujang yang berdaya magis tinggi adalah yang dibuat serupa dengan keris jawa, yaitu yang berwarna hitam, yang dibuat dari logam yang ditempa berlapis-lapis seperti keris. Empu jawa yang menjadi pembuatnya biasanya membuat 2 buah (sepasang), yang satu dibuat dari logam yang ditempa berlapis-lapis berwarna hitam seperti keris, yang satunya lagi dibuat dari bahan besi sebagai pasangannya. 

Setelah masa kerajaan Majapahit berakhir,  para empu jawa di Jawa Barat tersebut mulai membuat keris lagi. Keris-keris yang dibuat di Jawa Barat kebanyakan fungsinya tidak lagi seperti keris jawa yang untuk kesaktian dan wibawa kekuasaan, tetapi untuk kemakmuran / kerejekian / pertanian. 

Namun keris-keris dan kujang yang dibuat oleh para empu tersebut, selain fungsi utamanya untuk kemakmuran, juga tetap memberikan fungsi untuk kesaktian / keselamatan / perlindungan gaib bagi pemiliknya. Keris-keris buatan para empu di Jawa Barat yang dibuat untuk tujuan kesaktian, kekuasaan dan kewibawaan, biasanya kerisnya berhawa panas dan angker. Mungkin sengaja dibuat demikian karena ada tendensi dari empu pembuatnya untuk menunjukkan bahwa keris adalah senjata yang sakti, yang berbeda dengan senjata tradisional setempat, sehingga juga membuat orang Sunda takut kepada keris.

Empu-empu jawa di Jawa Barat tersebar di banyak tempat, terutama berada di sekitar pusat-pusat peradaban, yaitu di sekitar ibu kota kerajaan. Sesudah jaman penyebaran agama Islam di Jawa, kebanyakan keris-keris jawa yang dibuat di Jawa Barat dibuat oleh empu-empu jawa yang tinggal di daerah Cirebon dan sekitarnya.

1. Karakter-Karakter Keris Jawa Berdasarkan Tempat Asal Pembuatannya  


Pada dasarnya pada awalnya keris-keris dibuat adalah untuk menunjang kesaktian, kekuasaan dan kewibawaan manusia pemiliknya. Penggunaannya digenggam diasumsikan sama dengan kepanjangan tangan, sehingga bentuknya agak besar dan panjang. Keris-keris yang bentuknya agak kecil dan lebih pendek dari keris-keris yang umum biasanya dulunya dibuat untuk orang perempuan, biasanya untuk istri bangsawan dan untuk rohaniwan atau untuk para sesepuh masyarakat.

Karena sebuah keris dibuat untuk tujuan mendampingi manusia pemiliknya, maka dalam pembuatannya sebuah keris selalu sudah disesuaikan sifat-sifat fisiknya dan sifat-sifat kegaibannya dengan sifat-sifat kepribadian dan perilaku si manusia calon pemiliknya. Dengan demikian masing-masing keris jawa yang dibuat oleh empu jawa untuk orang-orang di Jawa Barat, di Jawa Tengah dan di Jawa Timur karakteristiknya mengikuti sifat umum perwatakan manusia di daerah masing-masing keris itu dibuat dan sejalan dengan sifat umum penggunaannya dalam keilmuan kesaktian yang masing-masing daerah akan berbeda sifatnya dengan daerah lainnya.

 Keris Jawa Barat.

Secara umum, keilmuan kesaktian dari Jawa Barat sangat mengedepankan sifat keilmuan yang tinggi dan watak keilmuan yang keras. Diibaratkan jika ilmu pukulan, maka ilmu pukulannya itu bersifat ampuh mematikan / menghancurkan, atau jika ilmu pertahanan tubuh, ilmunya benar-benar bisa menjadikan manusianya kebal tidak terluka oleh senjata tajam. Dengan sifat keilmuan kesaktian yang seperti itu maka orangnya akan dikenal sebagai manusia yang berkesaktian tinggi. 

Sejalan dengan itu, keris-keris yang dibuat di Jawa Barat dibuat dengan sifat karakter yang keras dan panas dan berhawa angker menakutkan, sehingga walaupun hanya dilihat sekilas saja akan terasa bahwa keris-keris itu mengandung hawa gaib yang keras. 

Dari sisi fisik kerisnya biasanya keris-keris yang dibuat di Jawa Barat bilah kerisnya agak berat, ukurannya besar dan panjang, penempaan logamnya kurang matang, logam bilahnya agak kasar karena pori-pori logamnya besar, sehingga akan menyerap banyak minyak ketika kerisnya diminyaki. Bentuk fisik keris yang seperti itu cocok untuk diisi energi (khodam) yang sifat energinya besar dan berat, berhawa keras, berwibawa dan angker.

Keris Jawa Timur.

Secara umum keilmuan kesaktian dari Jawa Timur juga mengedepankan sifat keilmuan yang tinggi dan watak keilmuan yang keras, tetapi tidak sekeras keilmuan Jawa Barat, lebih halus tetapi tajam. Diibaratkan jika ilmu pukulan, walaupun ilmu pukulannya juga bersifat mematikan / menghancurkan, tetapi lebih halus dan energinya lebih tajam, bersifat merusak tubuh bagian dalam atau menembus kekebalan / pagaran ilmu gaib lawan, atau jika diibaratkan ilmu pertahanan tubuh, walaupun ada juga ilmu yang benar-benar menjadikan manusianya kebal terhadap serangan senjata tajam, tetapi kebanyakan ilmunya berupa ilmu ketahanan tubuh dari serangan fisik, aji-aji dan tenaga dalam dan perlindungan dari serangan ilmu gaib. 

Sejalan dengan itu, keris-keris yang dibuat di Jawa Timur dibuat dengan sifat karakter yang halus tetapi berenergi tajam, berwibawa tetapi tidak angker menakutkan, sehingga bila dilihat sekilas akan terasa bahwa sekalipun keris-keris tersebut berkesaktian tinggi, tetapi tidak terlihat angker, tapi anggun berwibawa dan terasa kandungan hawa gaib energinya yang tajam (tetapi tidak semua keris dari Jawa Timur berenergi tajam, energi keris yang tajam lebih terasa pada keris-keris yang bertuah utama untuk kesaktian). 

Dari sisi fisik kerisnya biasanya keris-keris dari Jawa Timur bilah kerisnya ukurannya lebih ramping dan ringan, penempaan logamnya matang, logam bilahnya lebih padat dan halus karena pori-pori logamnya kecil dan rapat, sehingga tidak menyerap banyak minyak ketika kerisnya diminyaki. Bentuk fisik keris yang seperti itu cocok untuk diisi energi (khodam) yang sifat energinya lebih tajam, berhawa keras, tetapi halus dan anggun berwibawa

Keris Jawa Tengah.

Secara umum, keilmuan kesaktian dari Jawa Tengah tidak menonjolkan sifat keilmuan yang tinggi dan watak keilmuan yang keras, tetapi menekankan pada sifat keilmuan yang "dalam" dan bersifat "menindih" kesaktian lawan atau bersifat menundukkan / menenggelamkan / memunahkan keilmuan lawan yang tinggi. Sangat jarang kita mendengar nama-nama orang sakti dari Jawa Tengah, karena seseorang yang menganut filosofi keilmuan dari Jawa Tengah, walaupun sakti dan berilmu tinggi, tetapi seringkali tidak kelihatan sebagai orang yang sakti berilmu, karena perwatakannya didasari oleh filosofi kebatinan jawa mendem jero, tetapi karisma perbawa keilmuannya akan dapat dirasakan oleh sesama orang berilmu, sehingga mereka akan saling menghormati dan menjaga jarak. 

Diibaratkan jika ilmu pukulan, walaupun ilmu pukulannya juga bersifat menghancurkan, tetapi lebih lembut dan tidak menonjolkan serangan yang mematikan, lebih bersifat mengalahkan dengan melumpuhkan atau bersifat "menindih" / menundukkan lawan, atau jika ilmu pertahanan tubuh, walaupun ada juga ilmu yang benar-benar menjadikan manusianya kebal terhadap senjata tajam, tetapi kebanyakan ilmunya berupa ilmu ketahanan tubuh dari serangan fisik, aji-aji dan tenaga dalam dan perlindungan dari serangan ilmu gaib. 

Sejalan dengan itu, keris-keris yang dibuat di Jawa Tengah dibuat dengan sifat karakter yang halus, tetapi berenergi besar dan bersifat "menindih" kesaktian lawan, tidak menonjol wibawanya, apalagi angker menakutkan, sehingga banyak orang yang tertipu yang menganggap keris-keris tersebut kosong isinya dan lemah "angsarnya", karena memang tidak terasa aura wibawanya dan juga tidak terasa getaran energinya. 

Sekalipun keris-keris tersebut berkesaktian tinggi dan berenergi besar, tetapi tidak terlihat angker berwibawa dan tidak terasa kandungan hawa gaibnya, tetapi orang-orang berilmu kebatinan dan yang peka rasa batinnya, mereka akan dapat merasakan getaran gaibnya dan energinya yang besar dan berat dari jarak yang cukup jauh sebelum keris-keris itu hadir di hadapan mereka. Bahkan banyak orang-orang berilmu gaib dan perdukunan yang memilih (yang peka batinnya dan sadar diri) untuk tidak "berurusan" dengan keris-keris dari Jawa Tengah ini, karena keris-keris itu dapat "menindih" dan memunahkan / melumpuhkan keampuhan ilmu gaib mereka. Banyak keris-keris dari Jawa Tengah ini, terutama yang keris lurus, yang sebenarnya adalah Keris Tindih.

Dari sisi fisik kerisnya, dibanding keris-keris dari Jawa Timur, biasanya keris-keris dari Jawa Tengah bilahnya lebih berat, ukurannya lebih besar dan lebih tebal, penempaan logamnya kurang matang, logam bilahnya lebih kasar karena pori-pori logamnya besar, sehingga akan menyerap banyak minyak ketika kerisnya diminyaki. Bentuk fisik keris yang seperti itu cocok untuk diisi energi (khodam) yang sifat energinya besar dan berat, berkarisma wibawa, tetapi halus tidak angker menakutkan.

Dari sisi fisik kerisnya keris-keris dari Jawa Tengah ada kemiripan dengan keris-keris dari Jawa Barat, tetapi dibanding keris-keris dari Jawa Barat, biasanya keris-keris dari Jawa Tengah bilah kerisnya lebih ringan, ukurannya lebih pendek dan lebih ramping, penempaan logamnya lebih matang, logam bilahnya lebih halus karena pori-pori logamnya lebih kecil, sehingga lebih sedikit menyerap minyak ketika kerisnya diminyaki. 

Sebagai penjelasan, kondisi fisik keris di atas dituliskan berdasarkan asumsi keris-keris jaman dulu yang sampai sekarang masih utuh terjaga fisiknya, terjaga perawatan dan pemeliharaannya sejak keris itu dibuat sampai masa sekarang, sehingga jika pada masa sekarang kita mendapati keris-keris jaman dulu yang masih utuh dan baik kondisinya dari sisi fisik dan logamnya kita bisa memperkirakan apakah keris itu dari Jawa Barat, Jawa Tengah atau dari 

Jawa Timur. 

Ciri-ciri keris dari sisi fisiknya dan penempaan logamnya di atas pada masa sekarang sering dianggap orang sebagai kualitas penempaan logam dan seni sang empu dalam membuat keris, sehingga ada orang-orang yang mengatakan empu si ini atau si itu penempaan logamnya bagus, matang, berkualitas, dsb. Tetapi pada masanya dulu semua bentuk fisik keris dan penempaan logamnya di atas tidak semata-mata adalah kualitas kemampuan penempaan logam dan seni sang empu keris, karena sebenarnya masing-masing pembuatan keris itu dan penempaannya dilakukan oleh sang empu berdasarkan kecocokkan karakteristik jenis gaib yang nantinya akan masuk mengisi kerisnya yang keris dan gaibnya sudah lebih dulu disesuaikan sifat-sifatnya dengan si manusia calon pemilik keris. 

Ditinjau dari tujuan pembuatannya, di pulau Jawa ada keris-keris khusus yang pembuatannya adalah pesanan khusus dari orang-orang Islam, yang sifat-sifat perwatakan dan perilaku orang-orang itu sudah mengikuti budaya dalam agama Islam. Keris-keris itu terutama adalah untuk para pemimpin kekuasaan yang sudah beragama Islam dan untuk para spiritualis Islam. 

Untuk mereka itu biasanya bentuk fisik kerisnya lebih kecil, lebih pendek dan ringan, yang biasanya kerisnya dikenakan dengan diselipkan di pinggang depan (di depan badan). Biasanya fungsi utamanya adalah untuk kesaktian dan penjagaan gaib dan untuk menunjang penggunaan kekuatan gaib.


2. Karakter-Karakter Keris Jawa Berdasarkan Karakter Sosok Gaib Kerisnya 

Karakter-Karakter Keris Jawa Berdasarkan Karakter Sosok Gaib Kerisnya

Masing-masing sosok wujud mahluk halus melambangkan karakter kepribadian sendiri-sendiri. Mengenai itu Penulis sudah menuliskannya dalam tulisan berjudul  Hakekat Wujud dan Watak Mahluk Halus.

Sejalan dengan tulisan di atas karakter gaib keris dan sifat dasar tuah keris juga dipengaruhi oleh masing-masing karakter sosok "isi" gaib keris di dalamnya yang sedikit / banyak sifat-sifat karakter itu akan berpengaruh terhadap si manusia pemilik keris.

Misalnya : 

Sosok ular naga, berarti watak dan perilakunya seperti naga, berwibawa dan berkuasa. Sosok ular naga ini biasanya menjadi khodam kewibawaan, kekuasaan dan penjagaan gaib. Hawa auranya kuat, biasanya menjadikan si manusia pemilik keris kelihatan berwibawa dan berkuasa dan akan menjauhkan manusia atau mahluk halus lain yang bersifat / bertendensi negatif. Sosok gaib keris jenis ini biasanya tetap berdiam di dalam kerisnya, tidak menjadi khodam pendamping. Keris-keris yang isi gaibnya bersosok ular naga, yang tuah utamanya untuk wibawa kekuasaan, sebaiknya posisi penyimpanannya diutamakan, di atas atau di tengah keris-keris yang lain.

Sosok ular naga jawa (badan dan kepalanya seperti ular naga, tetapi tidak berkaki seperti ular), berarti watak dan perilakunya seperti perpaduan ular dan naga, galak ( / ganas) dan berkuasa. Sosok ular naga ini biasanya menjadi khodam kekuasaan dan penjagaan gaib. Hawa aura yang ditimbulkannya biasanya menyebabkan manusianya kelihatan berkuasa, ada juga yang berhawa aura menakutkan, dan akan menjauhkan manusia atau mahluk halus yang bersifat / bertendensi negatif. Tetapi banyak jenis halus ini yang hawa energinya panas dan tajam. Sosok gaib keris jenis ini biasanya tetap berdiam di dalam kerisnya, tidak menjadi khodam pendamping. Keris-keris yang isi gaibnya bersosok ular naga jawa sebaiknya penyimpanannya disendirikan, jangan disatukan dengan keris-keris yang lain.

Sosok seperti manusia, berarti watak dan perilakunya seperti manusia, bisa diajak bertukar pikiran. Isi gaib keris yang sosok-sosoknya seperti manusia ini kebanyakan sosok wujudnya adalah seperti manusia laki-laki tinggi besar, laki-laki ksatria, bapak-bapak berjubah dan ibu-ibu berkemben dan sosok seperti seorang panembahan atau pertapa.

Sosok-sosok seperti manusia laki-laki tinggi besar dan laki-laki ksatria biasanya watak dan perilakunya bersifat seperti seorang laki-laki yang berbadan tinggi besar, yang menonjolkan kekuatan, kesaktian dan kewibawaan, dan siap setiap saat untuk bertarung. Biasanya hawa auranya menonjolkan kekuatan dan kewibawaan, tetapi tidak panas. Sosok-sosok gaib keris jenis ini biasanya tetap berdiam di dalam kerisnya, tidak tampil menjadi khodam pendamping.

Sosok seperti laki-laki berbadan tinggi besar bersifat idealis, yang akan menonjolkan kekuatan, kekerasan dan kewibawaannya untuk memaksakan idealisnya pada perilaku berbudi pekerti dan tidak sombong, yang sebagian akan sama dengan perilaku Keris Tindih.  Kebanyakan sosok gaib keris jenis ini ada pada keris-keris lurus yang dulu dibuat di Jawa Tengah. 

Sosok seperti bapak-bapak atau seperti ibu-ibu biasanya melambangkan pribadi yang seperti orang tua, lebih bijaksana, bisa menyesuaikan dirinya dengan kehidupan manusia yang diikutinya, bisa memberikan keteduhan hati dan pengayoman moral, dan akan aktif memberikan ide dan ilham untuk kebaikan hidup si manusia dan akan memberikan peringatan berupa rasa dan firasat bila si manusia akan mengalami suatu masalah / musibah. Banyak isi gaib keris jenis ini yang menjadi khodam pendamping si pemilik keris.

Sosok seperti bapak-bapak berjubah, seperti panembahan atau seperti pertapa, berarti watak dan perilakunya seperti manusia bapak-bapak sepuh. Apapun jenis tuah yang mereka berikan biasanya mengandung hawa kewibawaan seorang bapak-bapak yang bersifat mengayomi. Sosok-sosok tersebut juga melambangkan bahwa mereka mempunyai kearifan dalam hal kebatinan dan spiritual dan bisa mengajarkan / menuntun / mengilhami manusia si pemilik keris dalam bidang keilmuan kesaktian atau kebatinan / spiritual. Sosok yang berjubah itu juga menunjukkan karakter sebagai sosok yang akan siap sedia setiap saat untuk menggunakan kekuatan dan kesaktiannya untuk bertarung, jika diperlukan. 

Sosok seperti ibu-ibu memakai kain kemben, berarti watak dan perilakunya seperti manusia ibu-ibu, galak dan berwibawa seperti orang tua ibu-ibu sepuh. Sebagian besar bersifat mengayomi. Apapun jenis tuah yang mereka berikan biasanya mengandung hawa kewibawaan seorang ibu-ibu yang galak dan berwibawa yang mempengaruhi orang-orang di sekitarnya untuk tidak bersikap merendahkan dan menjauhkan orang-orang yang berniat jahat / curang. Tetapi hawa aura ibu-ibu itu juga akan memberikan suasana yang menarik orang untuk datang berkumpul (membantu hubungan sosial / pergaulan dan kerejekian).

Penulis ada menemui beberapa fenomena unik pada keris-keris jawa dengan isi gaib di atas, yaitu yang semula isi gaibnya adalah seperti manusia laki-laki tinggi besar, atau yang seperti laki-laki ksatria, suatu saat kemudian sosok itu berubah menjadi sosok bapak-bapak berjubah setelah istrinya datang bergabung tinggal di dalam kerisnya. Dengan demikian keris tersebut isi gaibnya berubah, tidak lagi seperti sesosok manusia laki-laki berbadan tinggi besar atau laki-laki ksatria, tapi sudah berubah menjadi sepasang suami istri bapak-bapak berjubah dan ibu-ibu jawa (berkemben). 

Penulis juga pernah mendapati keris yang semula isi gaibnya bersosok manusia laki-laki tinggi besar atau laki-laki ksatria, kemudian berubah rupa menjadi bapak-bapak berjubah, atau kadang-kadang isi gaibnya berganti-ganti rupa, yaitu suatu saat sosoknya laki-laki tinggi besar, di saat yang lain sosoknya adalah bapak-bapak berjubah. Perubahan wujud itu terjadi mengikuti kondisi psikologis si khodam kerisnya. Jika kondisinya merasa idealis seperti sifat karakter laki-laki berbadan besar atau laki-laki ksatria seperti disebut di atas, maka sosok rupanya adalah laki-laki tinggi besar atau laki-laki ksatria, tetapi jika dirinya merasa sepuh, atau si pemilik kerisnya menonjolkan sifat kesepuhan, atau menjalani keilmuan kebatinan / spiritual yang bersifat kesepuhan, maka isi gaibnya akan mengambil wujud seperti bapak-bapak berjubah.

3. Tuah Keris Sesuai Tujuan Awal Pembuatannya.

Seperti sudah diuraikan dalam halaman-halaman sebelumnya bahwa sesuai filosofi dasar pembuatan keris jawa, sebuah keris dibuat dengan kegaiban di dalamnya yang sejalan dengan status keris dan kelas keris di dunia manusia maupun di dunia gaib keris yang aturannya sama dengan status dan kelas wahyu dewa yang diturunkan kepada manusia, karena filosofi dasar diturunkannya wahyu gaib keris adalah untuk dipasangkan dengan wahyu dewa yang diturunkan kepada manusia, sehingga hirarki status dan kelas gaib keris dan wahyu dewa itu sejalan (baca : Status Keris dan Kelas Keris). Aturan ini menjadi faktor dominan yang akan menentukan apakah sebuah keris akan cocok dan bisa menyatu dengan seseorang.

Dalam halaman berjudul Tuah Keris - Filosofi Dasar dituliskan bahwa tujuan sebuah keris dibuat beserta kegaiban di dalamnya adalah untuk menjadi pendamping manusia pemiliknya dan menunjang kehidupannya dalam bidang :
- Kesaktian / Ksatriaan
- Wibawa Kekuasaan
- Kerejekian
- Kesepuhan

Pada saat pembuatannya, tuah keris dibuat berdasarkan pertimbangan yang bersifat pribadi, sehingga tuah keris yang dipesan oleh seorang raja atau keluarga raja, bupati dan adipati / penguasa / pejabat pemerintahan selalu mengenai kesaktian, wibawa kekuasaan dan kepemimpinan. Tuah keris untuk para pedagang selalu berkisar pada kejayaan berdagang. Tuah keris untuk panembahan / spiritualis / sesepuh tokoh masyarakat kebanyakan berkisar pada sifat-sifat kesepuhan. Tuah keris untuk rakyat biasa kebanyakan berkisar pada kerejekian, keselamatan, ketentraman keluarga, keberkahan hidup, dsb. 

Keris-keris untuk para prajurit, senopati, panglima perang dan pemimpin perang lainnya dan untuk para pesilat dan ksatria dalam dunia persilatan selalu dominan mengandung tuah kesaktian. Sebagian keris-keris jenis ini mengandung hawa aura yang panas dan energi yang tajam.

Keris-keris untuk seorang raja atau keluarga raja, bupati dan adipati / penguasa / pejabat pemerintahan selalu mengandung tuah kesaktian, wibawa kekuasaan dan kepemimpinan. Sebagian keris-keris jenis ini mengandung hawa aura yang panas dan angker. 

Sebagian dari keris-keris di atas ada yang bersifat khusus, yaitu yang disebut sebagai Keris Keraton yang tujuan pembuatannya adalah untuk menjadi lambang kebesaran sebuah kerajaan / kadipaten / kabupaten, yang terkandung di dalamnya apa yang biasa disebut sebagai Wahyu Keraton. 

Keris-keris lain yang bersifat khusus adalah yang disebut Keris Keningratan, yang tujuan pembuatannya hanya untuk dimiliki oleh seorang raja / adipati / bupati dan keluarganya, yang tergolong sebagai orang-orang ningrat / bangsawan. 

Keris-keris yang bersifat khusus di atas hanya patut dimiliki oleh orang-orang tertentu yang sesuai dengan tujuan keris-keris itu diciptakan, bukan untuk orang umum.

Keris-keris untuk para pedagang selalu berkisar pada kejayaan berdagang. Keris-keris untuk rakyat biasa kebanyakan mengandung tuah untuk kerejekian, keselamatan, ketentraman keluarga, keberkahan hidup, dsb. 

Keris-keris untuk panembahan / spiritualis / sesepuh tokoh masyarakat kebanyakan berkisar pada sifat-sifat kesepuhan. Umumnya hawa auranya teduh.

Keris-keris yang disebutkan di atas mengandung sifat tuah, karakter dan kekhususan sendiri-sendiri yang sudah dicocokkan dengan manusia pemiliknya dulu, yang akan menentukan apakah keris-keris tersebut cocok untuk dimiliki oleh manusia jaman sekarang.


4. Tuah Keris Yang Sudah Disesuaikan Dengan Manusia Pemiliknya Sekarang.

Semua keris, apapun jenis kerisnya dan tuahnya, terkandung di dalamnya tuah untuk kesaktian / ksatriaan, wibawa kekuasaan, kerejekian dan kesepuhan. Artinya, jika keris itu dimiliki oleh seseorang, maka apapun jenis kerisnya dan tuahnya, keris-keris itu akan memberikan tuah-tuah tersebut, baik sang pemilik keris bergerak dalam bidang kesaktian, kekuasaan, kerejekian / ekonomi, maupun yang bergerak di bidang kesepuhan. Walaupun biasanya bentuk tuah yang dominan adalah yang sesuai dengan jalan kehidupan si manusia pemilik keris, tetapi sifat tuahnya tergantung juga pada karakter gaib kerisnya dan tergantung juga pada adanya penyatuan kebatinan antara si keris dengan si manusia. Artinya, apapun jenis kerisnya dan tuahnya :
- Semua keris akan berfungsi sebagai keris kesaktian jika sedang digunakan untuk bertarung. 
- Semua keris mengandung fungsi untuk menunjang wibawa kekuasaan.
- Semua keris mengandung fungsi untuk menunjang kerejekian. 
- Semua keris mengandung fungsi untuk menunjang kesepuhan. 

Artinya, apapun jenis kerisnya dan tuahnya :

Jika si manusia pemiliknya sekarang bergerak dalam bidang kesaktian / ksatriaan, keris-keris itu akan mengilhami / menuntun pada pembelajaran untuk meningkatkan kesaktian, sehingga jika sudah ada penyatuan kebatinan antara si manusia dengan kerisnya, maka kerisnya akan mendukungnya mencapai kesaktian yang tinggi dan kejayaan, berwibawa, berkuasa dan dihormati, yang menjadikan derajatnya lebih daripada orang lain yang tanpa keris.

Jika si manusia pemiliknya sekarang adalah seorang pejabat di pemerintahan / swasta atau menjadi perwira ketentaraan atau kepolisian, semua keris akan berfungsi sebagai keris yang menunjang wibawa kekuasaan, membuat seseorang dihormati oleh orang lain, baik yang sederajat, atasannya, maupun bawahannya. Unsur tuah kewibawaan akan membuat seseorang dihormati dan dianggap pantas untuk memegang jabatan tertentu, sehingga jika sudah ada penyatuan kebatinan antara si manusia dengan kerisnya, maka kerisnya akan mendukungnya mencapai kepangkatan dan kekuasaan yang tinggi, yang menjadikan derajatnya melebihi orang lain yang tanpa keris. Sekalipun seseorang belum menjadi seorang pejabat, hanya menjadi karyawan / pegawai / staf biasa saja, jika sudah ada penyatuan kebatinan antara si manusia dengan kerisnya, maka kerisnya akan mendukungnya mencapai derajat yang lebih tinggi dan menjadikannya dihormati, lebih daripada orang lain yang tanpa keris. 

Jika si manusia pemiliknya sekarang bergerak di bidang usaha ekonomi, atau sebagai manusia biasa yang bekerja untuk mencari rejeki, semua keris akan berfungsi sebagai keris yang menunjang kerejekian, sifat dasar pengasihan dan kewibawaan akan membuat seseorang dikasihi sekaligus dihormati oleh orang lain, baik yang sederajat, atasannya, maupun bawahannya, dan juga membantu dalam hubungan sosial. Jika sudah ada penyatuan kebatinan antara si manusia dengan kerisnya, maka kerisnya akan membantu membuka jalan pikiran pemiliknya dan memberikan ide / ilham pemecahan permasalahan yang berhubungan dengan pekerjaannya dan yang berhubungan dengan pengembangan usaha, memberikan aura yang baik dalam perdagangan, pertanian dan perikanan, dan menjadikannya dipercaya untuk menangani banyak transaksi dan kerjasama usaha, dipercaya untuk menangani banyak urusan atau dipercaya untuk menangani banyak transaksi dan hubungan bisnis. Kerisnya akan membantunya mencapai derajat yang lebih tinggi dan dihormati, lebih dari pada orang lain yang tanpa keris. 

Jika si manusia pemiliknya sekarang bergerak di bidang kesepuhan, semua keris akan berfungsi sebagai keris yang menunjang kesepuhan. Jika sudah ada penyatuan kebatinan antara si manusia dengan kerisnya, maka kerisnya akan memberikan pengaruh berupa ketenangan hati, pikiran dan batin, membuka pikiran si pemilik dalam pemecahan masalah, membantu memberikan ide-ide dan ilham (atau wangsit), kesehatan dan ketentraman keluarga dan melancarkan segala urusannya yang berhubungan dengan hubungan sosial di masyarakat. Sisi gaib keris ini juga akan membantu dan mendampingi pemiliknya dalam menekuni keilmuan kesepuhan (kebatinan) dan kerohanian dan mendampinginya menjalani dimensi keilmuan yang lebih tinggi. Kerisnya juga akan memberikan aura perbawa dan wibawa seorang tua pengayom. Kerisnya akan mendukungnya mencapai derajat yang lebih tinggi dan dihormati sebagai seorang sepuh, lebih daripada orang lain yang tanpa keris. 

Uraian di atas adalah mengenai tuah keris yang oleh kerisnya sudah disesuaikan kecocokkannya dengan jalan kehidupan manusia pemiliknya yang sekarang.